• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Bencana Iklim di Indonesia: Kekeringan hingga Banjir Paling Dominan

by Redaksi Asiatoday
August 9, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Darurat Kekeringan, Puluhan Ribu Jiwa di Cilacap Krisis Air Bersih

Kekeringan ekstrem. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, mencermati peristiwa bencana iklim yang terjadi di Indonesia selama 1-7 Agustus 2022.

Bencana itu mulai dari kekeringan di Kabupaten Lanny Jaya, Papua, hingga banjir di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dan Katingan, Kalimantan Tengah.

“Indonesia mengalami 19 kejadian bencana iklim yang hampir semua kategorinya adalah bencana hidrometeorologi,” jelas Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing via daring, dikutip Selasa (9/8/2022).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Terdapat sejumlah kejadian bencana yang signifikan seperti kekeringan di Lanny Jaya, kemudian diiringi embun beku yang menyebabkan tanaman masyarakat gagal panen sehingga terjadi kelaparan.

“Kemudian yang menjadi fokus kita berikutnya adalah dua kejadian banjir di Kalimantan di Kapuas Hulu Kalimantan Barat dan Katingan di Kalimantan Tengah,” ujar Abdul.

Bencana banjir di Pulau Kalimantan menjadi sorotan karena dua lokasi ini merupakan daerah yang juga menjadi perhatian pemerintah pusat, terutama Presiden  Joko Widodo.

Menurut Abdul, pemerintah menginginkan langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan supaya banjir tidak berulang lagi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Kejadian banjir lainnya di Pulau Sumatra yakni di Bintan, kemudian di Banyuasin dan di Ogan Ilir. Selanjutnya ada banjir di Kalimantan Kapuas Hulu dan Katingan, di Sulawesi yakni Bolaang Mongondow, Banggai dan Konawe.

“Jadi hampir semuanya di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, kita mengalami hidrometeorologi basah, tetapi di Papua kita mengalami hidrometeorologi kering,” kata dia.

Sementara kekeringan di Kabupaten Lanny Jaya khususnya di Distrik Kuyawage yang menyebabkan tanaman masyarakat tidak bisa panen pun menjadi perhatian BNPB untuk memikirkan upaya mitigasi karena bencana tersebut merupakan kekeringan klimatologis.

“Harus kita pikirkan bagaimana mengatasi kekeringan ini secara sistemik, tidak hanya dalam jangka panjang tentunya tetapi juga dalam jangka pendek. Apakah bisa dengan modifikasi cuaca dan lain-lain,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Asia DisasterBencana AlamBencana iklimPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.