• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

BENCANA IKLIM: Kota Karachi Pakistan Diterjang Banjir, 11 Orang Tewas

by Redaksi Asiatoday
July 13, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
BENCANA IKLIM: Kota Karachi Pakistan Diterjang Banjir, 11 Orang Tewas 1

Banjir menerjang Kota Karachi, Pakistan, Senin (11/7/2022). Ist

ASIATODAY.ID, KARACHI – Bencana iklim kembali melanda kawasan Asia Selatan.

Setelah Bangladesh dan India, kali ini bencana banjir menerjang Kota karachi, Pakistan sejak Senin (11/7/2022). Akibat peristiwa itu, 11 orang dilaporkan tewas.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menawarkan “setiap dukungan yang mungkin” saat berkunjung ke lokasi bencana.

RelatedPosts

A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order

Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US

Hormuz Crisis Threatens Asia’s Energy Security as UN Urges US-Iran De-escalation

Curah hujan yang tinggi di provinsi tenggara Sindh menenggelamkan sebagian ibu kotanya, Karachi. Banjir menewaskan sedikitnya 11 orang pada hari kedua Iduladha.

Hujan deras yang melanda Karachi telah membuat sebagian besar kota terendam air dan tanpa aliran listrik, saat warga membuat tren #KarachiRain di Twitter. Warga mengeluhkan air memasuki rumah mereka. Kemacetan lalu lintas juga dilaporkan di kota terbesar Pakistan, banyak jalan utamanya telah ditutup.

“Sebelas kematian terkait dengan insiden terkait hujan telah dilaporkan di Karachi dalam 24 jam terakhir,” kata Sumaiyya Syed, ahli bedah polisi kota, kepada Arab News.

Angka-angka terbaru menambah jumlah korban tewas yang tercatat sejak hujan monsun dimulai pada pertengahan Juni, yang menewaskan lebih dari 150 orang dan menyebabkan ratusan orang kehilangan tempat tinggal di seluruh negara Asia Selatan itu.

“Sangat sedih dengan kerugian tragis akibat hujan deras di Karachi. Saya yakin bahwa pemerintah Sindh akan bangkit pada kesempatan ini & menghidupkan kembali kehidupan normal. Telah menawarkan untuk memperluas setiap dukungan yang mungkin,” cuit Sharif di Twitter.

Departemen Meteorologi Pakistan mengatakan pihak berwenang memperkirakan lebih banyak banjir pada hari Senin.

“Hujan deras telah menciptakan banjir perkotaan, dan situasinya dapat memburuk dengan hujan ringan hingga lebat yang diperkirakan akan terjadi di berbagai bagian kota pada malam hari,” kata direktur departemen Sardar Sarfraz kepada Arab News.

Kota ini juga akan melihat lebih banyak hujan akhir pekan ini, yang diperkirakan akan memicu banjir lagi.

“Hujan deras diperkirakan akan memasuki Karachi pada 14 Juli dan berlangsung selama empat hingga lima hari, yang sekali lagi akan menciptakan banjir perkotaan,” kata Sarfraz. (ATN)

Tags: Asia DisasterBencana AsiaBencana iklimPakistan
No Result
View All Result

Terbaru

  • A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order
  • Indonesia Targets Global Halal Economy Leadership as Islamic Markets Expand
  • Asia’s Green Transition Gets $163 Billion Climate Finance Boost
  • Australia–Indonesia Deepen Economic Integration Through Katalis 2.0
  • Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.