• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Benua yang Hilang di Australia, Jejaknya Bergabung ke Asia Tenggara?

by Redaksi Asiatoday
November 3, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Benua yang Hilang di Australia, Jejaknya Bergabung ke Asia Tenggara?

Jejak daratan di lautan Asia. Dok

ASIATODAY.ID, AMSTERDAM – Para ilmuwan dilaporkan telah menemukan bukti dari misteri benua yang hilang di Australia 155 juta tahun lalu.

Hasil penelusuran para ilmuwan, jejak daratan dari pecahan benua tersebut bergabung ke Indonesia dan wilayah lain Asia Tenggara.

Dikutip dari Live Science, Kamis (2/11/2203), studi terbaru yang dipublikasikan pada 19 Oktober 2023 di jurnal Gondwana Research, menyebutkan bahwa benua hilang yang dikenal sebagai Argoland itu, terpisah dari Australia bagian barat.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Saat itu, kekuatan tektonik menghancurkan bumi dan memisahkan sebagian daratan dari benua. Diduga, pecahan menyebar ke seluruh Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia dan Myanmar.

Para peneliti telah mengetahui sebuah daratan terpisah dari Australia 155 juta tahun lalu. Hal ini berdasarkan petunjuk sisa geologi cekungan laut dalam yang dikenal Dataran Argo Abyssal di lepas pantai barat laut negara tersebut.

Namun tidak seperti India, yang memisahkan dari superbenua kuno Gondwana 120 juta tahun lalu dan masih membentuk daratan utuh hingga saat ini, Argoland terpecah menjadi beberapa bagian. Hingga saat ini, para ilmuwan masih belum mengetahui lokasi berakhirnya pecahan benua tersebut.

“Kami tahu itu pasti berada di suatu tempat di utara Australia, kami perkirakan akan menemukan di Asia Tenggara,” kata pemimpin penulis studi, Eldert Advokaat, seorang peneliti di departemen ilmu bumi di Universitas Utrecht di Belanda, kepada Live Science.

Tim peneliti merekonstruksi perjalanan benua yang memisahkan dari Australia tersebut. Mereka menemukan pecahan tanah kuno tersebar di seluruh Indonesia dan Myanmar. Namun, ketika peneliti merekonstruksi Argoland dari pecahan tersebut, tidak ada yang cocok.

Tim peneliti kemudian mengumpulkan bukti di Asia Tenggara untuk menelusuri kembali perjalanan Argoland ke utara. Mereka menemukan sisa-sisa lautan kecil berumur 200 juta tahun lalu. Jejak ini kemungkinan besar terbentuk ketika kekuatan tektonik membelah Argoland sebelum daratan sepanjang 3.100 mil (5.000 kilometer) itu lepas.

“Proses ini berlangsung selama 50 hingga 60 juta tahun, seluruh benua dan lautan di dalamnya mulai menyebar ke Asia Tenggara,” katanya.

Dengan demikian, peneliti berkesimpulan tidak kehilangan satu benua pun. “Benua itu sudah sangat luas dan terfragmentasi,” kata Eldert.

Rekonstruksi benua yang dilakukan menjelaskan iklim masa lalu di wilayah tersebut. “Kemungkinan mendingin ketika lautan terbentuk di antara pecahan Argoland,” kata peneliti.

Ketika pecahan Argoland bertabrakan dengan daratan di Asia Tenggara, maka membentuk keanekaragaman hayati yang bisa dilihat saat ini.

“Hal ini membantu menjelaskan spesies di Indonesia tidak merata,” kata dia. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Asia OceanBenua AsiaBenua Australia
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.