• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 28, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Berlayar di LCS, China Tolak Kunjungan Kapal Perang Jerman di Shanghai

by Redaksi Asiatoday
September 19, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Berlayar di LCS, China Tolak Kunjungan Kapal Perang Jerman di Shanghai

Kapal Perang Jerman. Dok

ASIATODAY.ID, BERLIN – China menolak kunjungan kapal perang Jerman di pelabuhan Shanghai karena kapal itu berlayar di dekat wilayah sengketa di Laut China Selatan (LCS).

Pelayaran kapal perang perang Bayern ke Laut China Selatan menjadi yang pertama bagi Angkatan Laut Jerman.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Maria Adebahr, mengatakan bahwa Beijing menolak rencana persinggahan kapal perang Bayern di pelabuhan Shanghai.

RelatedPosts

Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release

China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar

Hormuz Holds Its Breath: Indonesia’s Pertamina Safely Steers Energy Tanker Through Middle East Flashpoint

“Setelah periode refleksi, China telah memutuskan bahwa mereka tidak menginginkan kunjungan pelabuhan oleh kapal fregat Jerman, Bayern dan kami telah mencatat itu,” kata Adebahr kepada wartawan di Berlin, seperti dilaporkan DW, Jumat (17/9/2021).

“Bayern berangkat dari Wilhelmshaven pada 2 Agustus untuk perjalanan enam bulan ke Indo Pasifik. Jerman telah berusaha untuk memperkuat kehadirannya di kawasan itu, dan pemberhentian di pelabuhan Shanghai dimaksudkan untuk membantu meredakan ketegangan atas misi Angkatan Laut.

Namun China menolak permintaan Jerman untuk mengizinkan Bayern melakukan kunjungan di pelabuhannya.

Perjalanan enam bulan kapal perang Jerman termasuk berlayar melalui Laut China Selatan, titik nyala ketegangan antara China, tetangganya di kawasan itu dan sekutu Barat mereka, termasuk Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan sebelum keberangkatan kapal bahwa tujuannya adalah untuk menunjukkan dukungan bagi sekutu Berlin di wilayah tersebut.

“Bagi mitra kami di Indo Pasifik, adalah kenyataan bahwa rute laut tidak lagi terbuka dan aman, dan klaim wilayah diterapkan oleh hukum ‘might is right’,” katanya.

Tetapi Kramp-Karrenbauer bersikeras misi itu tidak ditujukan terhadap negara tertentu, dan mengatakan tawaran Jerman untuk berlabuh di pelabuhan China dibuat untuk mempertahankan dialog.

Beijing mengeklaim hampir seluruh Laut China Selatan dan menolak klaim yang saling bersaing oleh tetangganya. China juga telah mendirikan pos-pos militer di pulau-pulau buatan di perairan yang mengandung ladang gas dan ikan yang melimpah. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • Indonesia and China Join Forces to Unlock Asia’s Ancient Human Migration and Shared Civilizations
  • China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar
  • Indonesia Unveils Global Green Finance Push as Climate Investment Targets Tropical Forests
  • Hormuz Holds Its Breath: Indonesia’s Pertamina Safely Steers Energy Tanker Through Middle East Flashpoint
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.