• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bertemu di Bali, Menlu AS dan China Sepakat Bangun Dialog

by Redaksi Asiatoday
July 9, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bertemu di Bali, Menlu AS dan China Sepakat Bangun Dialog

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dan Menlu China, Wang Yi menggelar pertemuan bilateral di Bali pada Sabtu (9/7/2022). Pertemuan digelar satu hari usai berakhirnya FMM G20. Ist

ASIATODAY.ID, BALI – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dan Menlu China, Wang Yi sepakat untuk memperkuat dialog yang konstrutif antar kedua negara.

Hal itu mengemuka saat keduanya menggelar pertemuan bilateral di Bali pada Sabtu (9/7/2022). Pertemuan digelar satu hari usai berakhirnya forum jajaran menlu (FMM) G20 di Pulau Dewata pada Jumat kemarin.

“Dalam hubungan kompleks dan penting antara AS dan China, ada banyak hal yang perlu dibicarakan. Saya ingin menggelar dialog produktif dan konstruktif dengan Anda,” ujar Blinken kepada Wang menjelang pertemuan, berdasarkan keterangan tertulis Kemenlu AS.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Wang menjawab “China dan AS adalah dua negara besar, jadi merupakan hal penting bagi kedua negara untuk mempertahankan hubungan yang normal.”

Di waktu bersamaan, lanjut Wang, AS dan China perlu bekerja bersama dalam memastikan hubungan bilateral berjalan ke arah yang benar.

Menurutnya, merupakan hal penting untuk tetap berkomitmen terhadap prinsip yang telah disampaikan Presiden China, Xi Jinping, yaitu “sikap saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan keinginan bekerja sama.”

“Hal tersebut bermanfaat bagi kepentingan kedua negara, kedua masyarakat. Hal itu juga merupakan aspirasi bersama di kalangan komunitas internasional,” ungkap Wang.

Terakhir kalinya kedua menlu bertemu adalah pada Oktober lalu. Pertemuan kali ini merupakan upaya kedua negara dalam memulihkan hubungan yang merenggang atas berbagai isu, mulai dari pandemi Covid-19, Laut China Selatan, hingga Taiwan.

Terkait Rusia

Pada kesempatan itu, Menlu Blinken menyoroti dukungan China terhadap Rusia yang melancarkan perang di Ukraina.

Pasalnya, dukungan China itu kian memperkeruh hubungan Amerika Serikat (AS) dan China yang sudah dilanda berbagai masalah.

Blinken mengekspresikan kekhawatiran mendalam kepada Wang mengenai dukungan China terhadap sepak terjang Rusia di Ukraina.

Ia juga mengatakan bahwa AS merasa China tidak benar-benar netral dalam menyikapi invasi Rusia ke Ukraina yang terjadi sejak 24 Februari lalu.

“Kami khawatir mengenai kecenderungan (dukungan) PRC terhadap Rusia,” kata Blinken kepada awak media. PRC merujuk pada akronim Republik Rakyat China.

Menurut Blinken, sulit untuk bersikap “netral” dalam sebuah konflik di mana agresornya sudah terlihat dengan jelas. Namun, jika memang suatu negara bisa benar-benar bersikap netral, maka “saya tidak yakin China bersikap seperti itu.”

Pemerintahan AS di bawah Presiden Joe Biden berharap bahwa China dapat mengambil posisi yang sama dengan banyak negara mengenai perang di Ukraina.

Blinken memandang apa yang dilakukan China saat ini adalah menerapkan posisi hibrida, “bermain dua kaki,” yang dinilai dapat merusak tatanan berbasis aturan internasional.

Blinken mengatakan bahwa semua negara, termasuk China, akan merugi dan mengalami kekalahan jika tatanan seperti itu terkikis. (ATN)

Tags: Indo PasifikKTT G20
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.