• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Biden Hentikan Dukungan AS untuk Operasi Militer di Yaman

by Redaksi Asiatoday
February 5, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Presiden AS Joe Biden Desak Militer Myanmar Kembalikan Kekuasaan

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dok Potus

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden resmi menghentikan dukungan AS untuk serangan militer yang dipimpin Arab Saudi di Yaman sebagai pertanda bahwa AS akan lebih aktif dalam upaya mengakhiri perang saudara di negara tersebut.

“Perang telah menciptakan bencana kemanusiaan,” kata Biden kepada para diplomat dalam kunjungan pertamanya ke Departemen Luar Negeri sebagai presiden seperti dikutip Aljazeera.com, Jumat (5/2/2021).

Dia menambahkan, bahwa perang tersebut harus diakhiri.

RelatedPosts

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

“Pada saat yang sama, Arab Saudi menghadapi serangan rudal, serangan UAV (drone) dan ancaman lain dari pasukan yang disuplai Iran di banyak negara. Kami akan terus mendukung dan membantu Arab Saudi  mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorial serta rakyatnya,” ujar Biden.

Sementara itu, Arab Saudi menyambut baik pernyataan Biden, terutama komitmennya untuk pertahanan negara dan mengatasi ancaman, menurut kantor berita negara tersebut.

Berakhirnya dukungan AS untuk serangan itu tidak akan mempengaruhi operasi AS terhadap kelompok Alqaeda yang berbasis di Yaman, kata penasehat keamanan nasional Jake Sullivan.

Perang saudara Yaman telah merenggut puluhan ribu nyawa termasuk sejumlah besar warga sipil, dan menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Biden juga mengumumkanTimothy Lenderking sebagai utusan khusus untuk Yaman. Lenderking memiliki pengalaman yang luas dalam menangani Yaman dan Teluk. Dia menjadi wakil asisten menteri luar negeri untuk urusan Teluk dan bertugas di kedutaan AS di Riyadh.

Kebijakan atas Yaman adalah salah satu dari serangkaian perubahan yang ditetapkan Biden yang menurutnya akan menjadi bagian dari arah koreksi kebijakan luar negeri AS.

Presiden Donald Trump sebelumnya sering membantu para pemimpin otoriter di luar negeri atas nama stabilitas.

Pengumuman tentang Yaman itu untuk memenuhi janji kampanyenya. Biden menyoroti krisis kemanusiaan besar yang telah diperburuk oleh Amerika Serikat. Kebijakan itu juga sebagai peringatan kepada Arab Saudi, raksasa minyak global dan mitra strategis AS.

Sullivan menegaskan kembali janji Biden yang dibuat selama kampanye Pemilihan Presiden 2020, bahwa dia akan membatasi dukungan AS untuk serangan militer Arab Saudi di Yaman, termasuk mengakhiri perjanjian senjata.

“Kebijakan ini meluas ke jenis operasi militer yang telah mengabadikan perang saudara di Yaman dan telah menyebabkan krisis kemanusiaan,” kata Sullivan. (ATN)

Tags: Amerika SerikatJoe BidenKonflik Yaman
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.