• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Bill Gates: Krisis Iklim Global Lebih Mematikan Dibanding Covid-19

by Redaksi Asiatoday
February 17, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bill Gates: Krisis Iklim Global Lebih Mematikan Dibanding Covid-19

Bill Gates. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Miliarder sekaligus pendiri Microsoft, Bill Gates memandang bahwa krisis iklim global jauh lebih mematikan dibanding pandemi Covid-19.

Krisis iklim pada akhirnya akan menyebabkan jauh lebih banyak kematian daripada Covid-19, yang kini sudah mampu diatasi oleh vaksin yang tengah diluncurkan di berbagai negara di dunia.

“Pandemi Covid-19 akan berakhir seiring tersedianya vaksin luar biasa saat ini hanya dalam satu tahun dan sekarang kami mencoba meningkatkannya dan menerapkannya ke varian baru. Jika dibandingkan dengan perubahan iklim, itu sangat mudah,” ujarnya kepada BBC, seperti dikutip dari New York Post, Rabu (17/2/2021).

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Gates melontarkan hal itu saat ia mempromosikan buku anyarnya yang berjudul How to Avoid a Climate Disaster, yang dirilis pada pekan ini.

Dalam bukunya, Gates mengklaim telah mengerahkan lebih dari US$1 miliar dalam upaya mencapai emisi nol kabron. Tujuannya adalah untuk mengimbangi setiap karbon yang dipompa ke udara dengan menyerap jumlah yang setara dari atmosfer.

Bill & Melinda Gates Foundation juga telah menjanjikan lebih dari US$200 juta untuk upaya mengembangkan dan mendistribusikan tes, perawatan, dan vaksin Covid-19, yang telah merenggut nyawa jutaan orang di seluruh dunia.

Bill Gates mengatakan, mencapai emisi nol bersih akan menjadi hal paling menakjubkan yang pernah dilakukan umat manusia jika itu tercapai. Akan tetapi, untuk sampai kesana adalah tugas monumental yang membutuhkan inovasi di seluruh perekonomian fisik dunia.

Dia mengatakan pemerintah perlu mensubsidi pengembangan teknologi ramah lingkungan meskipun bisa berbiaya mahal dan berisiko. Masyarakat juga perlu memberikan sinyal untuk memberi tahu sektor swasta bahwa mereka menginginkan produk ramah lingkungan.

“Ini tidak akan mudah tapi optimisme saya menuntut bahwa ini harus menjadi prioritas besar. Dengan inovasi, kami mendapatkan sedikit keberuntungan dan beberapa diantaranya benar-benar menyelesaikan area yang sulit,” tandasnya. (ATN)

Tags: Bill GatesClimate ChangeClimate CrisisKrisis IklimPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.