• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

BIS Terbitkan Hasil Monitoring Pasar Valuta Asing di Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
November 1, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bursa Saham Amerika Rebound, Dolar Kian Perkasa

US Dollar. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Study Group Bank for International Settlements (BIS) mempublikasikan laporan Foreign Exchange Markets in Asia Pacific dengan fokus asesmen dan rekomendasi kebijakan pasar valas (valuta asing).

Menurut Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono, laporan itu dikerjakan sejak pembentukan kelompok kerja pada April 2022 lalu. Pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan itu adalah bank sentral dan otoritas moneter dari Australia, China, Filipina, Hongkong, India, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Thailand, serta pengamat dari Jepang.

“Pembentukan study group ini difokuskan untuk melakukan assesmen dan menyusun rekomendasi kebijakan guna memperkuat pemantauan di pasar valas, pengembangan dan pendalaman pasar valas yang efisien, perluasan penggunaan lindung nilai valas yang efisien, dan upaya untuk meredam dampak volatilitas di pasar keuangan domestik,” kata Erwin, Senin (31/10/2022).

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Dikatakan, peningkatan volume pasar valas di Asia Pasifik sejak 2013 hingga saat ini sangat memengaruhi efektivitas kebijakan bank sentral negara berkembang, termasuk Indonesia. Laporan itu mengkaji kebijakan stabilisasi sebagai instrumen utama dalam mendukung mekanisme pasar dan stabilitas sistem keuangan.

Terdapat tiga fokus utama asesmen dan opsi kebijakan yang dimuat dalam laporan tersebut, yakni pemantauan dan pengawasan pasar valas, perkembangan pasar lindung nilai valas, serta pertimbangan dan kaitan struktur pasar valas dan arus modal.

Menurut Erwin, analisis dalam laporan itu menggunakan metode survei anggota study group, BIS Triennial Central Bank Survey of Foreign Exchange and Over-the-counter Derivatives Markets, sumber sektor resmi lainnya, sumber data komersial, dan studi kasus negara anggota.

“Laporan ini juga menuangkan pentingnya dukungan pasar valas spot dan derivatif yang berfungsi dengan baik, agar bank sentral dapat menempuh macro-financial stability frameworks dengan optimal dalam merespons gejolak nilai tukar dan arus modal,” tandasnya. (ATN)

Tags: Bank for International SettlementsBank IndonesiaValuta Asing
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.