• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Boeing Produksi Kembali Pesawat 737 Max

by Redaksi Asiatoday
May 28, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sejumlah Maskapai di Dunia Tunda dan Batalkan Pesanan Boeing 737 MAX

Industri pesawat Boeing 737 MAX. Ist

ASIATODAY.ID, SAN FRANCISCO – Boeing telah memulai kembali produksi 737 Max di pabrik perusahaan Renton di negara bagian Washington, Amerika Serikat.

Dalam sebuah pernyataannya, Boeing juga mengonfirmasi bahwa program 737 Max secara bertahap akan meningkatkan produksi tahun ini.

Melansir Xinhua, Kamis (28/5/2020), program 737 Max dimulai dengan membangun pesawat terbang berkecepatan rendah dan fokus pada peningkatan keselamatan di tempat kerja dan kualitas produk.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kami telah melakukan perjalanan berkelanjutan untuk mengembangkan sistem produksi kami,” kata Wakil Presiden dan Manajer Umum Program Boeing 737 Max, Walt Odisho.

“Inisiatif ini adalah langkah selanjutnya dalam menciptakan lingkungan yang optimal untuk 737 Max,” tambahnya.

Selama penghentian sementara produksi pada Januari 2020, mekanik dan insinyur berkolaborasi untuk memperbaiki dan menstandarisasi paket kerja di setiap posisi. Proses baru akan memastikan bahwa karyawan memiliki segala yang mereka butuhkan untuk membangun pesawat.

“Langkah-langkah yang kami ambil di pabrik akan membantu mendorong tujuan kami dengan kualitas 100 persen bagi pelanggan, sambil mendukung komitmen berkelanjutan kami terhadap keselamatan di tempat kerja,” kata Wakil Presiden 737 Manufacturing, Scott Stocker.

Perusahaan sebelumnya menghentikan produksi 737 Max pada Januari 2020 karena didorong oleh sejumlah faktor, termasuk perpanjangan proses sertifikasi regulator AS di 2020, serta ketidakpastian tentang waktu dan kondisi pengembalian untuk melayani pesawat 737 Max.

Lebih dari 800 jet telah mendarat di seluruh dunia sejak pertengahan Maret 2019 setelah peneliti menemukan perangkat lunak kontrol penerbangan 737 Max cacat sehingga bertanggung jawab atas kecelakaan dua jet Max di Indonesia dan Ethiopia. (ATN)

Tags: BoeingBoeing 737Industri Pesawat
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.