• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Bukan Indonesia, Pabrik Mobil Listrik Asal Jerman Dibeli Singapura

by Redaksi Asiatoday
January 7, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi USD1,1 Miliar, Konsorsium Hyundai Gandeng IBI Bangun Industri Sel Baterai EV

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia Battery Corporation (IBC) batal mengakuisisi perusahaan mobil listrik asal Jerman. Pasalnya, perusahaan Jerman itu telah diakuisisi lebih dulu oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Singapura.

“Perusahaan Jerman itu sudah dibeli oleh BUMN Singapura dan opsi itu sudah tidak lagi diberikan ke kita. Sangat kita sayangkan,” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia  di Jakarta, Jumat (7/1/2022).

Menurut Bahlil, perusahaan mobil listrik asal Jerman tersebut memiliki kualitas bagus sehingga BUMN Singapura bergerak lebih cepat mengambil alih perusahaan itu.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

“Yang saya tau, perusahaan Jerman itu sudah diakuisisi oleh BUMN Singapura karena itu barang bagus. Kita ini di Indonesia kadang aneh, kita bilang ini rugi lah apa lah, belum kerja aja sudah bilang rugi,” ketus Bahlil.

Pada kesempatan itu, Bahlil juga membantah segala kecurigaan dan skeptisme terkait modus adanya markup dalam rencana IBC untuk mengakuisisi perusahaan mobil listrik Jerman tersebut.

“Ada yang bilang bahwa ini terjadi markup, ini aneh, buktinya semua prosesnya  transparan dibeli oleh Singapura,” kata Bahlil.

Sebelum akhirnya diakuisisi oleh Singapura, IBC santer dikabarkan sebut akan membeli sebuah perusahaan mobil listrik asal Jerman. Namun, rencana tersebut mendapat banyak protes di Indonesia, salah satunya dari Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama.

Menurut Ahok, IBC sebaiknya membuat kerjasama dengan pihak lain yang bisa membantu Indonesia mengembangkan mobil listrik sendiri. Terlebih, Indonesia punya bahan baku untuk membuat baterai listrik yang juga punya peranan penting dalam industri mobil listrik ke depan.

Selain itu, Indonesia juga punya keunggulan dari segi pasar yang diperkirakan mencapai 170 juta orang.

Ahok optimis, bisnis IBC akan lebih lancar jika bekerja sama dengan pihak yang mau membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. (ATN)

Tags: Indonesia Battery CorporationIndustri Mobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.