• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Bukan Indonesia, Pabrik Mobil Listrik Asal Jerman Dibeli Singapura

by Redaksi Asiatoday
January 7, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi USD1,1 Miliar, Konsorsium Hyundai Gandeng IBI Bangun Industri Sel Baterai EV

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia Battery Corporation (IBC) batal mengakuisisi perusahaan mobil listrik asal Jerman. Pasalnya, perusahaan Jerman itu telah diakuisisi lebih dulu oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Singapura.

“Perusahaan Jerman itu sudah dibeli oleh BUMN Singapura dan opsi itu sudah tidak lagi diberikan ke kita. Sangat kita sayangkan,” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia  di Jakarta, Jumat (7/1/2022).

Menurut Bahlil, perusahaan mobil listrik asal Jerman tersebut memiliki kualitas bagus sehingga BUMN Singapura bergerak lebih cepat mengambil alih perusahaan itu.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Yang saya tau, perusahaan Jerman itu sudah diakuisisi oleh BUMN Singapura karena itu barang bagus. Kita ini di Indonesia kadang aneh, kita bilang ini rugi lah apa lah, belum kerja aja sudah bilang rugi,” ketus Bahlil.

Pada kesempatan itu, Bahlil juga membantah segala kecurigaan dan skeptisme terkait modus adanya markup dalam rencana IBC untuk mengakuisisi perusahaan mobil listrik Jerman tersebut.

“Ada yang bilang bahwa ini terjadi markup, ini aneh, buktinya semua prosesnya  transparan dibeli oleh Singapura,” kata Bahlil.

Sebelum akhirnya diakuisisi oleh Singapura, IBC santer dikabarkan sebut akan membeli sebuah perusahaan mobil listrik asal Jerman. Namun, rencana tersebut mendapat banyak protes di Indonesia, salah satunya dari Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama.

Menurut Ahok, IBC sebaiknya membuat kerjasama dengan pihak lain yang bisa membantu Indonesia mengembangkan mobil listrik sendiri. Terlebih, Indonesia punya bahan baku untuk membuat baterai listrik yang juga punya peranan penting dalam industri mobil listrik ke depan.

Selain itu, Indonesia juga punya keunggulan dari segi pasar yang diperkirakan mencapai 170 juta orang.

Ahok optimis, bisnis IBC akan lebih lancar jika bekerja sama dengan pihak yang mau membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. (ATN)

Tags: Indonesia Battery CorporationIndustri Mobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.