• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Bukit Asam Bersiap Hadapi Skenario Terburuk Akibat Covid-19

by Redaksi Asiatoday
May 4, 2020
in CORPORATION
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Bukit Asam Target Produksi Batu Bara 50 Juta Ton di 2024

PT Bukit Asam Tbk naikkan target produksi Tambang Batu Bara 50 juta ton tahun 2024. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan tambang Indonesia, PT Bukit Asam Tbk berencana merevisi target kinerja baik produksi dan penjualan pada 2020. Langkah ini menyusul dampak coronavirus (covid-19) yang telah melemahkan serapan batu bara baik ekspor maupun domestik.

“Kami lihat triwulan I-2020 penjualan harga batu bara turun sampai 30 persen, kami sekarang lagi mempelajari untuk melihat kemungkinan revisi target biar lebih realistis,” terang Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin saat memaparkan kinerja triwulan I secara virtual, Senin (4/5/2020).

Menurut Arviyan, pandemi covid-19 yang terjadi sejak 2019 hingga periode triwulan I-2020 belum memberikan dampak yang signifikan bagi PTBA. Namun memasuki periode triwulan II, semakin meluasnya penyebaran covid-19 mulai dirasakan oleh perseroan yang terindikasi dari berkurangnya permintaan pasokan batu bara.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

“PTBA saat ini sedang mempersiapkan revisi target dan racikan strategi yang tepat guna mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang diprediksi akan terjadi ke depan,” paparnya.

Meski belum bisa memaparkan berapa angka revisi yang akan diputuskan, Arviyan menuturkan revisi target tersebut bakal dilakukan untuk menghadapi skenario terburuk covid-19. Ia menegaskan rencana revisi bisa kemudian dibatalkan apabila Juli 2020 penanganan darurat covid-19 di Tanah Air dinyatakan selesai.

“Kami masih pelajari revisi target, berapa angkanya masih dalam kajian dan mudah-mudahan bisa berakhir Juli 2020 sehingga tidak perlu merevisi target produksi dan penjualan kami, itu kondisi terbaik. Kalau kondisi terburuk kita harus realistis dengan skenario terburuk,” urainya.

Adapun penjualan batu bara PTBA sepanjang triwulan I-2020 masih mengalami peningkatan sebesar 2,1 persen atau naik dari 6,6 juta ton menjadi 6,8 juta ton bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Volume produksi mengalami sedikit kontraksi sekitar 2,8 persen yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi khususnya pada awal tahun.

Sementara itu untuk angkutan batu bara dengan menggunakan kereta api mengalami peningkatan sebesar 12,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni dari 5,8 juta ton menjadi 6,5 juta ton.

Menurut Arviyan, pencapaian buah dari efisiensi dan mengoptimalkan peluang pasar ekspor ke beberapa negara seperti India, Hong Kong, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan sejumlah negara Asia lainnya, di tengah fluktuasi harga batu bara acuan (HBA).

“Strategi optimasi penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke premium market juga menyokong pencapaian ini,” ujarnya.

Laba bersih kuartal I-2020 PTBA mencatatkan angka sebesar Rp903,25 miliar. Nilai tersebut turun 21 persen dari capaian periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,13 triliun. Berdasarkan laporan keuangan Kamis, 30 April 2020 penurunan laba perseroan seiring dengan penurunan pendapatan yang diperoleh perusahaan pada tiga bulan pertama 2020.

Tercatat, pada kuartal I-2020 emiten berkode PTBA ini hanya memperoleh pendapatan sebesar Rp5,12 triliun, turun tipis dari capaian kuartal I-2019 yang senilai Rp5,33 triliun. Selain itu, laba PTBA juga tertekan karena meningkatnya beban pokok pendapatan dari Rp3,56 triliun menjadi Rp3,59 triliun.

Selain itu, perusahaan juga mencatat peningkatan pos beban lainnya seperti pada pos beban umum administrasi dan beban biaya keuangan. Masing-masing pos beban tersebut menjadi Rp418,67 miliar dan Rp35,93 miliar. Sedangkan untuk beban penjualan dan pemasaran perusahaan mampu menekan menjadi Rp164,32 miliar.

Dari capaian tersebut, nilai laba per saham juga tergerus menjadi Rp81 per saham dari sebelumnya Rp110 per saham. Hingga 31 Maret 2020, total aset perusahaan sebesar Rp27,72 triliun, terdiri dari liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp7,80 triliun dan Rp19,92 triliun. Sedangkan kas dan setara kas Rp7,50 triliun. (ATN)

Tags: Batu BaraBukit AsamTambang Batu BaraTambang Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.