• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Canada Larang Staf Konsulatnya ke China

by Redaksi Asiatoday
August 23, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Canada Larang Staf Konsulatnya ke China

Pemerintah Canada Larang stafnya ke China. ist

ASIATODAY.ID, HONG KONG – Konsulat Canada di Hong Kong melarang staf lokalnya untuk melakukan perjalanan ke China. Larangan ini diberlakukan hanya beberapa hari setelah seorang staf konsulat Inggris di Hong Kong ditahan di China.

Konsulat Canada, dalam emailnya ke Reuters, Jumat (23/8/2019), tidak memberikan alasan untuk pembatasan perjalanan.

Sebelumnya pada hari Rabu, Kementerian Luar Negeri China mengkonfirmasi bahwa Simon Cheng, seorang staf misi diplomatik Inggris, telah ditahan di kota perbatasan Shenzhen, yang bertetangga dengan Hong Kong.

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

Hong Kong telah dicekam oleh aksi protes anti-pemerintah selama berminggu-minggu. China menuduh Inggris dan negara-negara Barat lainnya ikut campur dalam urusan dalam negerinya.

Kanada telah memperingatkan peningkatan razia perangkat digital wisatawan di penyeberangan perbatasan antara daratan China dan Hong Kong, ketika protes anti-pemerintah di wilayah yang dikuasainya itu memasuki minggu ke-12.

Pemerintah Kanada memperbarui pedoman masuk dan keluar dari China di situs webnya termasuk saran perjalanan pada hari Kamis.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan bahwa Kanada memperhatikan dengan cermat peristiwa di Hong Kong, dan menyerukan pengekangan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

China lantas memperingatkan Ottawa untuk tidak ikut campur dalam urusan Hong Kong.

Hong Kong telah diguncang oleh aksi protes selama hampir tiga bulan, dan kota ini bersiap untuk demonstrasi lebih lanjut dan “stress test” dari bandara internasional kota pada akhir pekan.

Protes, yang meningkat pada bulan Juni atas RUU yang sekarang ditangguhkan yang memungkinkan tersangka kriminal di Hong Kong diekstradisi ke China untuk diadili, telah berkembang menjadi seruan yang lebih luas untuk kebebasan politik. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: CanadaChinaUnjukrasa Hong Kong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.