• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Cathay Pacific Pangkas 5.900 Karyawan, Properti Hong Kong Ikut Terdampak

by Redaksi Asiatoday
October 26, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Warga Hong Kong Mulai Pertimbangkan Pindah ke Inggris

Harga properti yang kian mahal di Hong Kong membuat warga untuk pindah ke Inggris. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Langkah maskapai maskapai Cathay Pacific memangkas 5.900 karyawannya turut berimbas ke industri properti di Hong Kong. 

Pasalnya, kebijakan maskapai itu akan semakin meningkatkan jumlah penduduk yang menganggur di Hong Kong, yang naik ke level tertinggi hampir 16 tahun menjadi 6,4 persen pada kuartal ketiga, sebagai dampak pandemi Covid-19.

Tingkat pengangguran naik 0,3 poin persen dalam 3 bulan hingga September, sehingga jumlah total orang yang kehilangan pekerjaan mencapai 259.800.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurut penelitian konsultan properti Knight Frank, terdapat korelasi terbalik yang kuat antara pengangguran dan harga rumah di Hong Kong.

“Lonjakan tingkat pengangguran biasanya menyebabkan jatuhnya harga rumah 1 atau 2 bulan kemudian,” kata Martin Wong, Direktur Asosiasi, Penelitian dan Konsultasi Greater China di Knight Frank, dikutip dari Bangkok Post, Senin (26/10/2020).

“Dengan logika ini, kemungkinan harga rumah turun pada kuartal keempat. Untuk rumah sewa, karena sudah lebih banyak pasokan yang tersedia di pasar, terutama untuk hunian massal, juga akan mengalami penurunan harga sewa,” jelasnya.

Konsultan properti itu memperkirakan harga rumah turun 3 persen hingga 5 persen. Sewa di lokasi seperti Tung Chung dan Tsing Yi, dimana banyak karyawan Cathay tinggal, bakal menurun 5 persen hingga 10 persen.

Indeks harga rumah resmi Hong Kong telah merosot 3,6 persen dari 394,8 pada puncaknya pada Juli 2018 hingga Agustus tahun ini. Harga properti residensial di pasar sekunder turun 1,1 persen pada Agustus, terbesar dalam 6 bulan.

Pada periode sebelumnya ketika tingkat pengangguran Hong Kong melonjak, terutama selama krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an, wabah SARS pada 2003, dan krisis keuangan global yang dimulai pada 2008, Knight Frank menemukan bahwa “harga perumahan massal berkorelasi negatif kuat dengan pengangguran di ketiga periode itu”. (ATN)

Tags: Asia PropertyCathay PacificHong KongIndustri PropertyProperti Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.