• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Cegah Aksi Spionase, Militer India Dilarang Gunakan 89 Aplikasi

by Redaksi Asiatoday
July 10, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Amerika Dukung Pasukan India Gempur Pasukan China di Lembah Galwan

Militer India. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – India memproteksi para militer dari upaya operasi Intelijen dan spionase melalui aplikasi seluler.

Demi keamanan, seluruh personel tentara angkatan darat India diperintahkan untuk menghapus 89 aplikasi di ponsel, termasuk PUBG, Facebook, Instagram, Reddit dan Tinder.

Dari 89 aplikasi ini tersebut, 59 aplikasi diantaranya produk China yang diboikot pemerintah India pada pekan lalu.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Seluruh prajurit Angkatan Darat India diberikan batas waktu hingga 15 Juli untuk menghapus 89 aplikasi tersebut.

Seorang tentara mengatakan langkah ini diambil untuk mencegah operasi intelijen dari China dari Pakistan.

Sebelumnya, pada Januari lalu, Angkatan Laut India melarang penggunaan ponsel pintar dan aplikasi media sosial di pangkalan dan kapal Angkatan Laut.

Kebijakan ini muncul setelah insiden tahun lalu yang melibatkan kelompok NSO yang berbasis di Israel yang mengeksploitasi kerentanan di WhatsApp untuk pengintaian.

Tak hanya itu Angkatan Darat juga melarang pejabat militer untuk menggunakan Facebook dan WhatsApp. Itu juga meminta pejabat lain untuk tidak membahas hal-hal sensitif pada aplikasi pesan lainnya.

Melansir TNW, masuknya aplikasi kencan seperti Tinder, Hinge, dan Bumble dalam daftar larangan tidak sepenuhnya mengejutkan. 

Pasalnya, tahun lalu Angkatan Darat India menemukan setidaknya 150 profil yang terhubung ke Pakistan, menyamar sebagai perempuan atau pemimpin agama di berbagai aplikasi. Profil bodong ini mencoba untuk menjebak petugas polisi agar bisa memberikan informasi tertentu.

Melansir NDTV, Snapchat, Tinder, OkCupid, Browser UC, Bumble, ShareIt, Xender, Helo, CamScanner, Club Factory turut masuk dalam daftar larangan.

Daftar aplikasi yang dilaporkan diminta oleh personil militer India untuk dihapus dari ponsel cerdas mereka dibagi menjadi beberapa kategori.

Aplikasi pesan yang terdiri dari We Chat, Helo, Share Chat, Viber, IMO, hingga Hike. Aplikasi video streaming seperti TikTok, Likee, Samosa, hingga Kwali.

Kemudian aplikasi utilitas, seperti CamScanner, Beauty Plus, dan True Caller. Kemudian aplikasi game seperti PUBG hingga Clash of Kings.

Aplikasi e-commerce seperti Club Factory, AliExpress, hingga Chinabrands. Aplikasi kencan Tinder, OkCupid, Badoo, Bumble, Happn, hingga Couch Surfing.

Untuk aplikasi berita seperti News Dog dan Daily Hunt, aplikasi gaya hidup seperti POPXO, aplikasi musik seperti Hungama dan Songs, hingga aplikasi blogging / blog mikro seperti Tumblr hingga Reddit. (ATN)

Tags: China-IndiaIndia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.