• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Cegah Perang Sipil, PBB Serukan Embargo Senjata Terhadap Myanmar

by Redaksi Asiatoday
June 20, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat Bahas Kudeta Militer di Myanmar

Markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Dok

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan embargo senjata ke negara Myanmar.

Seruan ini merupakan bagian dari sebuah resolusi yang didukung 119 negara dan hanya ditentang oleh Belarusia, China, Rusia, dan India dengan 33 lainnya abstain.

Pemungutan suara ini terjadi di saat Dewan Keamanan PBB menggelar dialog informal mengenai kudeta Myanmar yang terjadi pada 1 Februari lalu.

RelatedPosts

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid

“Kita tidak bisa tinggal di dunia di mana kudeta militer dianggap sebagai hal yang normal,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebelum pemungutan suara di majelis umum dikutip dari Fars pada Sabtu (19/6/2021).

“Hal ini sangat tidak bisa diterima,” sambungnya.

Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Christine Schraner Burgener mengatakan bahwa risiko terjadinya perang sipil berskala besar di Myanmar adalah sesuatu yang nyata usai kudeta.

Burgener mendesak komunitas global untuk lebih berkontribusi dalam mendorong penyelesaian konflik di Myanmar.

“Kesempatan untuk membalikkan kudeta militer di Myanmar sudah semakin menyempit,” ungkap Burgener.

Duta Besar Myanmar untuk PBB, Kyaw Moe Tun, termasuk salah satu yang mendukung resolusi Majelis Umum PBB. Ia menentang kudeta dan membantah klaim junta bahwa dirinya sudah tidak lagi mewakili Myanmar.

Meski tidak mengikat, resolusi Majelis Umum PBB merupakan tanda signifikan dari suara oposisi global terhadap kudeta militer di Myanmar. Selain soal embargo, resolusi tersebut juga menyerukan “dihentikannya semua aksi kekerasan terhadap demonstran damai.”

“Itu merupakan kecaman paling luas dan universal mengenai situasi di Myanmar sejauh ini,” kata Olof Skoog, Dubes Uni Eropa untuk PBB. (ATN)

Tags: Dewan Keamanan PBBKrisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Limp Bizkit Names Malaysia as Its Only Asia Stop for 2026, Positioning Kuala Lumpur as Regional Rock Capital
  • Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion
  • Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow
  • Final Hours to Predict the 2026 World Cup Champion: Mansion Sports FC Offers IDR100 Million Prize
  • Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.