• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Ajak Rusia dan Sekutunya Bersatu Lawan AS

by Redaksi Asiatoday
September 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Ajak Rusia dan Sekutunya Bersatu Lawan AS

Presiden China Xi Jinping bersama Presiden Rusia Vladimir Putin saat menggelar pertemuan beberapa waktu lalu. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – Pertentangan geopolitik dunia kian menajam. Setelah AS dan sekutunya menentang segala klaim China di Laut China Selatan, kini giliran China yang bermanuver.

China mengajak Rusia dan sekutunya untuk melawan pengaruh Amerika Serikat (AS)

“Mereka (AS dan sekutu) bahkan memaksa negara-negara untuk memilih sebagai bagian dari upaya mereka untuk melancarkan apa yang disebut Perang Dingin baru,” kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Saat dunia memasuki periode turbulensi dan perubahan, hubungan China-Rusia yang kuat memiliki arti yang lebih besar dalam mempertahankan perdamaian dan keamanan regional dan dunia,” kata Wang Yi dikutip dari  Washington Examiner, Jumat (18/9/2020).

Diplomat senior China itu berbicara setelah melakukan tur diplomatik melalui Asia Tengah, Mongolia, dan Rusia, dimana dia berpartisipasi dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).

Seruan untuk membangun aliansi keamanan ini merupakan upaya nyata untuk memperkuat salah satu kelemahan utama China dalam hal bersaing dengan AS.

“Salah satu keuntungan terbesar yang kami miliki adalah jaringan aliansi dan kemitraan kami yang kuat,” kata Menteri Pertahanan AS Mark Esper. 

“Mereka hampir tidak punya, dan kami punya banyak,” sambungnya.

Kemerosotan inisiatif diplomatik China terlihat di Moskow minggu lalu selama pertemuan SCO.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut majelis itu sebagai penyeimbang bagi “rekan Barat”, yang dia anggap mencari dominasi dalam urusan global. Namun pertemuan itu lebih diwarnai oleh negosiasi untuk menyelesaikan sengketa perbatasan antara China dan India daripada upaya kolektif untuk melawan ancaman Barat.

“Fakta bahwa ada tingkat persaingan yang cukup tinggi antara India dan China bukanlah ilmu roket; semua orang tahu itu,” kata Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar pada awal bulan ini, sebelum pertemuan SCO. 

“Fakta bahwa ada elemen persaingan antara India dan China, dan bahwa kami memiliki sejarah yang sulit, sejarah baru-baru ini, bukanlah rahasia bagi siapa pun,” tambahnya.

Perjalanan Wang ke dua negara, Mongolia dan Kazakhstan, dimana masing-masing telah menjadi tuan rumah bagi Esper dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Utusan China, setelah perjalanannya selesai, menuduh bahwa para pejabat Amerika berusaha untuk memicu pemberontakan terhadap pemerintah di wilayah tersebut.

“Perjalanan Wang adalah bagian dari upaya China untuk memperbaiki dan mempertahankan hubungan dengan negara tetangga kami dalam upaya untuk menghindari isolasi lebih lanjut,” kata analis Akademi Ilmu Sosial Shanghai Li Lifan kepada South China Morning Post. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaIndo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.