• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Bantah Tuduhan Hancurkan Masjid di Xinjiang

by Redaksi Asiatoday
September 27, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Palestina

Negeri China. Ist

ASIATODAY.ID, SHANGHAI – Kementerian Luar Negeri China membantah tudingan lembaga think tank asal Australia terkait isu Xinjiang. Lembaga tersebut menuduh Beijing telah menghancurkan ribuan masjid di wilayah Xinjiang.

“Tuduhan itu hanya rumor. Fitnah!” kata juru bicara Kemenlu China, Wang Wenbin, dilansir dari CNA, Minggu (27/9/2020).

Menurut Wang, Lembaga Kebijakan Strategis Australia (ASPI) telah menerima dana asing untuk ‘mendukung ramuan kebohongan terhadap China.’

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

“Jika kita melihat jumlahnya, ada lebih dari 24 ribu masjid di Xinjiang, 10 kali lebih banyak dari di AS,” kata Wang.

“Artinya ada masjid untuk setiap 530 muslim di Xinjiang, yang lebih banyak masjid per kapita daripada negara Muslim lainnya,” imbuhnya.

China berada di bawah pengawasan atas laporan perlakuan mereka terhadap Muslim Uighur yang tinggal di Xinjiang. China disebut telah memaksa Uighur untuk melakukan kerja paksa di kamp-kamp pelatihan.

Beijing membantah hal tersebut. Mereka mengatakan kamp-kamp itu adalah pusat pelatihan kejuruan yang diperlukan untuk mengatasi ekstremisme.

Sebelumnya, ASPI merilis laporan yang mengklaim ada sekitar ribuan masjid di Xinjiang yang dihancurkan Pemerintah China sejak 2017. Laporan ASPI diklaim dibuat dengan menggunakan citra satelit.

“Pemerintah China telah memulai kampanye sistematis untuk menulis ulang warisan budaya di daerah otonomi Uighur, Xinjiang, agar tradisi asli mereka tunduk pada bangsa China,” demikian laporan ASPI. (ATN)

Tags: ASPI AustraliaChinaUighur
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.