• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 3, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China dan Rusia Bersatu Lawan Dominasi AS

by Redaksi Asiatoday
November 29, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Redam Pengaruh AS, Menlu China akan Konsolidasi dengan 5 Negara ASEAN

China's Foreign Minister Wang Yi. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Setelah mendeklrasikan persahabatan tanpa batas, China dan Rusia makin menunjukkan kekompakan dalam melawan dominasi Amerika Serikat (AS) di pentas global.

Pada Minggu (27/11/2022), Menteri Luar Negeri China, Wang Yi bertemu dengan Duta Besar baru Rusia untuk China, Igor Morgulov.

Wang Yi yang juga sebagai anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China, menyambut kedatangan Morgulov. Ia menyatakan bahwa China dan Rusia berkomitmen untuk mempromosikan multipolar dunia (kekuasaan lebih dari satu negara).

RelatedPosts

American Pilot Killed in Papua Attack as Indonesian Military Hands Body to Family

ADB Bets on Global Business Titans to Solve Asia’s Biggest Challenges

Indonesia Brings Smart Farming to the Global Stage at FAO

Kedua negara itu tidak akan pernah percaya lagi dengan hegemoni unipolar (satu negara yang berkuasa). Kedua negara itu telah berkomitmen untuk menegakkan sistem internasional dengan PBB pada intinya.

Selain itu, Wang Yi juga percaya dengan tatanan internasional yang berdasarkan hukum internasional, dan menolak politik kekuasaan.

“Tidak peduli bagaimana situasi internasional dapat berkembang, China dan Rusia akan memajukan rasa saling percaya strategi, dan kerja sama praktis,” lanjut Wang Yi, seperti dilansir dari Xinhua, Senin (28/11/2022).

Adapun 2 negara besar itu akan berupaya menegakkan keadilan dan juga memperjuangkan keadilan internasional.

Sementara itu, Morgulov mengatakan bahwa hubungan Rusia dan China tidak dapat dipatahkan.

Ia menegaskan bahwa persahabatan antara dua negara besar itu kedepannya akan dapat mengatasi segala tantangan. Selain itu, kedua belah pihak dari 2 negara juga bertukar pandangan tentang isu-isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Boosts Agricultural Trade with 14,000-Ton Palm Feed Export to New Zealand
  • American Pilot Killed in Papua Attack as Indonesian Military Hands Body to Family
  • ADB Bets on Global Business Titans to Solve Asia’s Biggest Challenges
  • Jakarta World FolkFest 2026 Puts Indonesia’s Cultural Diplomacy on the Global Stage
  • Indonesia Brings Smart Farming to the Global Stage at FAO
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.