• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China dan Rusia Guncang Asia, 13 Ribu Pasukan Kedua Negara Muncul di Gobi

by Redaksi Asiatoday
August 11, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China dan Rusia Guncang Asia, 13 Ribu Pasukan Kedua Negara Muncul di Gobi

Pasukan tempur China. Dok PLA

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China dan Rusia mengguncang Asia setelah menggelar latihan gabungan perang besar-besaran.

Berdasarkan informasi resmi Tentara Nasional Pembebasan Rakyat China atau The People’s Liberation Army (PLA), Rabu (11/8/2021), lebih dari 13 ribu tentara kedua negara sudah bergabung dalam latihan berjuluk Western United-2021 atau Sibu/Interaction-2021 di Ningxia, China.

Dalam latihan gabungan ini, militer China dan Rusia tak cuma mengerahkan personel saja tapi juga peralatan dan persenjataan perang yang cukup lengkap.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Di darat, China dan Rusia mengerahkan tank-tank dan berbagai jenis roket. Di udara berbagai jenis pesawat tempur dikerahkan, seperti F-20, F-11, F-16, FH-7A, H-6 serta berbagai jenis Sukhoi.

Dalam aksi mengguncang Asia ini, China mengerahkan pasukan dari Komando Teater Barat di bawah pimpinan Liu Xiaowu. Sedangan militer Rusia  mengerahkan pasukan tempur dari komando Timur.

Latihan gabungan militer China dan Rusia ini merupakan yang terbesar di Benua Asia sepanjang tahun 2020. Dan China mengklaim latihan ini bukan untuk menggertak negara tetangga. Tapi untuk memperkuat kerjasama militer mengantisipasi terorisme serta meningkatkan keamanan dan stabilitas internasional dan regional. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.