• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 28, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China dan Rusia Guncang Asia, 13 Ribu Pasukan Kedua Negara Muncul di Gobi

by Redaksi Asiatoday
August 11, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China dan Rusia Guncang Asia, 13 Ribu Pasukan Kedua Negara Muncul di Gobi

Pasukan tempur China. Dok PLA

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China dan Rusia mengguncang Asia setelah menggelar latihan gabungan perang besar-besaran.

Berdasarkan informasi resmi Tentara Nasional Pembebasan Rakyat China atau The People’s Liberation Army (PLA), Rabu (11/8/2021), lebih dari 13 ribu tentara kedua negara sudah bergabung dalam latihan berjuluk Western United-2021 atau Sibu/Interaction-2021 di Ningxia, China.

Dalam latihan gabungan ini, militer China dan Rusia tak cuma mengerahkan personel saja tapi juga peralatan dan persenjataan perang yang cukup lengkap.

RelatedPosts

Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release

China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar

Hormuz Holds Its Breath: Indonesia’s Pertamina Safely Steers Energy Tanker Through Middle East Flashpoint

Di darat, China dan Rusia mengerahkan tank-tank dan berbagai jenis roket. Di udara berbagai jenis pesawat tempur dikerahkan, seperti F-20, F-11, F-16, FH-7A, H-6 serta berbagai jenis Sukhoi.

Dalam aksi mengguncang Asia ini, China mengerahkan pasukan dari Komando Teater Barat di bawah pimpinan Liu Xiaowu. Sedangan militer Rusia  mengerahkan pasukan tempur dari komando Timur.

Latihan gabungan militer China dan Rusia ini merupakan yang terbesar di Benua Asia sepanjang tahun 2020. Dan China mengklaim latihan ini bukan untuk menggertak negara tetangga. Tapi untuk memperkuat kerjasama militer mengantisipasi terorisme serta meningkatkan keamanan dan stabilitas internasional dan regional. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • Indonesia and China Join Forces to Unlock Asia’s Ancient Human Migration and Shared Civilizations
  • China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar
  • Indonesia Unveils Global Green Finance Push as Climate Investment Targets Tropical Forests
  • Hormuz Holds Its Breath: Indonesia’s Pertamina Safely Steers Energy Tanker Through Middle East Flashpoint
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.