• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Desak AS Hentikan Manuver Militer Bermusuhan

by Redaksi Asiatoday
December 31, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Gelar Simulasi Perang, AS Siap Gempur Basis Pertahanan China di Laut China Selatan

Simulasi perang pasukan Amerika Serikat di Laut China Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Juru Bicara Kementerian Pertahanan China, Tan Kefei mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan manuver angkatan laut dan angkatan udara yang bermusuhan terhadap mereka.

Pernyataan Tan Kefei tersebut sebagai tanggapan atas penyelidikan media mengenai pertemuan video yang baru-baru ini diadakan oleh militer China dan Amerika di bawah mekanisme Perjanjian Konsultatif Militer Maritim mereka.

“Dalam menjaga keamanan udara dan maritim militer China, solusi paling mendasar adalah pihak AS berhenti dari manuver bermusuhan,” ujar Tan Kefei, seperti dikutip People’s Daily, Jumat (31/12/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Angkatan laut dan udara AS melakukan pengintaian, survei dan latihan serta pelatihan yang sangat ditargetkan untuk jangka waktu yang lama di dekat China, dan sering melakukan manuver yang melanggar dan provokatif.

“Ini adalah akar penyebab masalah keamanan udara dan laut militer antara China dan AS,” kata Tan.

Baik China dan AS kerap bertukar kritikan mengenai kegiatan militer di suatu area internasional seperti Laut China Selatan.

AS yang bukan pengklaim, mengecam sikap China yang tanpa bukti menyebut bahwa laut itu milik mereka.

Negeri Paman Sam menegaskan kebebasan navigasi di sekitar Laut China Selatan. Ini didasarkan klaim China yang hanya berdasarkan sejarah dan tidak diakui oleh hukum laut yang berlaku, antara lain UNCLOS. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.