• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

China Dikecam Karena Gunakan Empedu Beruang Obati Pasien Covid-19

by Redaksi Asiatoday
April 2, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Dikecam Karena Gunakan Empedu Beruang Obati Pasien Covid-19

Satwa Beruang. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Langkah China menyetujui penggunaan empedu beruang untuk merawat pasien Coronavirus (Covid-19) memantik kemarahan para aktivis lingkungan.

Bagi para aktivis pecinta hewan, langkah itu meningkatkan kekhawatiran bahwa dapat merusak upaya untuk menghentikan perdagangan hewan ilegal.

Langkah itu dilakukan hanya beberapa minggu setelah China melarang penjualan hewan liar untuk makanan. Larangan dikeluarkan untuk mengurangi risiko penyakit menular dari hewan ke manusia.

RelatedPosts

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Indonesia Seeks Global Investment to Transform National Park Conservation

Tetapi Komisi Kesehatan Nasional pada Maret mengeluarkan pedoman yang merekomendasikan penggunaan ‘Tan Re Qing’. Ini adalah suntikan yang mengandung bubuk empedu beruang, tanduk kambing, dan tiga ramuan obat lainnya untuk mengobati pasien virus corona yang sakit parah.

Ini adalah salah satu dari enam produk obat tradisional China yang termasuk dalam arahan.

Presiden Xi Jinping tertarik untuk mempromosikan pengobatan tradisional, menyebutnya sebagai ‘harta peradaban China’. Xi menegaskan harus diberikan bobot yang sama dengan perawatan lainnya.

Bahan aktif dalam empedu beruang, asam ursodeoxycholic, digunakan untuk melarutkan batu empedu dan mengobati penyakit hati, tetapi tidak terbukti efektif dalam mengobati covid-19.

China telah menggunakan pengobatan tradisional dan Barat dalam pertempurannya melawan virus corona baru.

Tetapi para aktivis mengatakan, perawatan yang menggunakan produk hewani adalah ‘tragis dan ironis’. Mengingat asal mula virus corona, terkait dengan perdagangan dan konsumsi hewan liar.

“Kita seharusnya tidak mengandalkan produk-produk satwa liar seperti empedu beruang sebagai solusi untuk memerangi virus mematikan yang tampaknya berasal dari satwa liar,” kata Brian Daly, juru bicara Yayasan Animal Asia, kepada AFP, Kamis (2/4/2020).

Virus corona diyakini berasal dari kelelawar, tetapi para peneliti berpikir itu mungkin telah menyebar ke manusia melalui spesies mamalia inang perantara. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Animal AsiaChinaChina VirusCoronavirusCOVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • World Bank Injects $150 Million to Transform Rural Uzbekistan
  • ADB Injects $115 Million to Tackle Nepal’s Water and Sanitation Crisis
  • Indonesia’s US$22 Billion Free School Meals Program Hit by Expanding Corruption Probe
  • Indonesia Foils Smuggling of 1,300 Protected Napoleon Wrasse Bound for Hong Kong
  • Indonesia-Kuwait Deepen Energy Alliance as Global Uncertainty Reshapes Economic Partnerships
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.