ASIATODAY.ID, PARAMARIBO – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China makin tak berujung.
Yang terbaru, Kedutaan Besar China untuk Suriname dan Guyana mengecam Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, yang dinilai menyebarkan informasi palsu yang mencoreng Beijing, pada Jumat (18/9/2020). Pernyataan ini menekankan kalau Pompeo berusaha merusak hubungan antara Beijing dan Paramaribo.
“Kami menyarankan Pompeo untuk menghormati fakta dan kebenaran, meninggalkan kesombongan dan prasangka, berhenti mencoreng dan menyebarkan rumor tentang China,” ujar Kedutaan besar China untuk Suriname, dikutip Reuters, Sabtu (19/8/2020).
Pompeo melakukan penampilan bersama dengan Presiden Suriname yang baru terpilih, Chan Santokhi, pada Kamis (17/9). Dia mengatakan, perusahaan China sering berlaku culas dan tidak bersaing secara adil dan setara.
“Kami telah menyaksikan Partai Komunis China berinvestasi di negara-negara, dan semuanya tampak hebat di ujung depan dan kemudian semuanya jatuh ketika biaya politik yang terkait dengannya menjadi jelas,” kata Pompeo.
Komentar Pompeo muncul setelah serangkaian penemuan minyak di lepas pantai Suriname. Penemuan itu kian meningkatkan hubungan perdagangan dengan China di bawah mantan Presiden negara Amerika Selatan, Desi Bouterse.
China meminjamkan dan berinvestasi besar-besaran di Amerika Latin yang kaya sumber daya alam selama ledakan komoditas satu dekade. Luapan komoditas itu sebagian besar berakhir pada 2014.
Pemerintahan Trump telah berusaha untuk menyoroti utang besar dan kemerosotan ekonomi yang ditinggalkan hubungan tersebut, seperti Venezuela dan Ekuador.
Pernyataan Pompeo pun ditentang keras oleh Beijing, melalui Kedutaan besar China untuk Paramaribo, yang menyatakan setiap upaya untuk menyebarkan perselisihan antara China dan Suriname pasti gagal. Sedangkan Kedutaan besar China untuk Guyana mengeluarkan pernyataan serupa pada Jumat malam. (ATN)
