• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Disebut Culas dalam Investasi, Menlu AS Pompeo Dikecam

by Redaksi Asiatoday
September 19, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS akan Tutup Pusat Kebudayaan China di Seluruh Kampus

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Foto: Kedubes AS

ASIATODAY.ID, PARAMARIBO – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China makin tak berujung.

Yang terbaru, Kedutaan Besar China untuk Suriname dan Guyana mengecam Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, yang dinilai menyebarkan informasi palsu yang mencoreng Beijing, pada Jumat (18/9/2020). Pernyataan ini menekankan kalau Pompeo berusaha merusak hubungan antara Beijing dan Paramaribo.

“Kami menyarankan Pompeo untuk menghormati fakta dan kebenaran, meninggalkan kesombongan dan prasangka, berhenti mencoreng dan menyebarkan rumor tentang China,” ujar Kedutaan besar China untuk Suriname, dikutip Reuters, Sabtu (19/8/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pompeo melakukan penampilan bersama dengan Presiden Suriname yang baru terpilih, Chan Santokhi, pada Kamis (17/9). Dia mengatakan, perusahaan China sering berlaku culas dan tidak bersaing secara adil dan setara.

“Kami telah menyaksikan Partai Komunis China berinvestasi di negara-negara, dan semuanya tampak hebat di ujung depan dan kemudian semuanya jatuh ketika biaya politik yang terkait dengannya menjadi jelas,” kata Pompeo.

Komentar Pompeo muncul setelah serangkaian penemuan minyak di lepas pantai Suriname. Penemuan itu kian meningkatkan hubungan perdagangan dengan China di bawah mantan Presiden negara Amerika Selatan, Desi Bouterse.

China meminjamkan dan berinvestasi besar-besaran di Amerika Latin yang kaya sumber daya alam selama ledakan komoditas satu dekade. Luapan komoditas itu sebagian besar berakhir pada 2014.

Pemerintahan Trump telah berusaha untuk menyoroti utang besar dan kemerosotan ekonomi yang ditinggalkan hubungan tersebut, seperti Venezuela dan Ekuador.

Pernyataan Pompeo pun ditentang keras oleh Beijing, melalui Kedutaan besar China untuk Paramaribo, yang menyatakan setiap upaya untuk menyebarkan perselisihan antara China dan Suriname pasti gagal. Sedangkan Kedutaan besar China untuk Guyana mengeluarkan pernyataan serupa pada Jumat malam. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.