• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Jadi Sasaran Serangan Siber AS Dalam Beberapa Tahun Terakhir

by Redaksi Asiatoday
September 5, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Serangan Siber di Asia Naik Tajam, 64 Perusahaan Jadi Korban

Serangan Siber. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Tanggap Darurat Virus Komputer Nasional China (CVERC) menuduh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) (NSA) telah melakukan ribuan serangan siber berbahaya terhadap target jaringan di China dalam beberapa tahun terakhir.

Secara khusus badan itu menuduh Kantor Operasi Akses Khusus (TAO) NSA menyusup ke Universitas Politeknik Northwestern di kota Xi’an, China.

Universitas itu didanai oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China dengan spesialisasi dalam penelitian aeronautika dan ruang angkasa.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

CVERC menuduh bahwa TAO menyusup ke jaringan universitas dan mengendalikan puluhan ribu perangkat jaringan termasuk server, router, dan sakelar jaringan.

Dengan menggunakan lusinan senjata siber yang mengeksploitasi kelemahan yang sebelumnya tidak diketahui dalam sistem operasi SunOS, unit tersebut memperoleh akses ke data teknis inti.

Akses itu termasuk kata sandi dan operasi perangkat jaringan utama, menurut laporan itu seperti dikutip CNA, Senin (5/9/2022).

Adapun, TAO telah mencuri lebih dari 140 GB data bernilai tinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menerima bantuan dari kelompok-kelompok di Eropa dan Asia Selatan, menurut CVERC dalam laporan tersebut. Laporan itu ditulis bersama perusahaan keamanan siber swasta China Qihoo 360.

Kementerian Luar Negeri di Beijing mengutuk dugaan peretasan tersebut dengan mengatakan langkah tersebut sangat membahayakan keamanan nasional China dan keamanan data pribadi pengguna.

“Kami meminta AS untuk memberikan penjelasan dan mendesak mereka untuk segera menghentikan langkah ilegal ini,” kata Mao Ning, juru bicara kementerian luar negeri pada konferensi pers reguler.

Sayangnya, pihak NSA tidak segera memberikan komentar. Pada Juni lalu, pihak berwenang Xi’an mengatakan mereka telah meluncurkan penyelidikan terhadap serangan siber yang dilaporkan di Universitas Politeknik Northwestern yang membawa keunggulan kelompok peretas luar negeri dan elemen yang melanggar hukum.

“Serangan itu menyebabkan risiko yang signifikan dan bahaya tersembunyi untuk pekerjaan normal dan kehidupan di sekolah kami,” ujar seorang pejabat keamanan siber universitas. (ATN)

Tags: Cyber Crime
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.