• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Kecam AS, Protes Pencabutan Visa Seribu Warganya

by Redaksi Asiatoday
September 10, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Palestina

Negeri China. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Pemerintah China mengecam keputusan Amerika Serikat (AS) mencabut visa lebih dari seribu warganya.

Beijing menilai tindakan Washington sebagai diskriminasi rasial.

Menyitat Sputnik, Kamis (10/9/2020), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China mengatakan pencabutan visa bagi seribu warganya oleh AS merupakan “penganiayaan politik yang mencolok”.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Juru bicara Kemlu Cina Zhao Lijian turut mengomentari tentang motivasi AS melakukan hal demikian, yakni mencegah masuknya mahasiswa dan peneliti asal negaranya yang dapat menimbulkan risiko keamanan.

Menurut Zhao langkah AS telah melanggar hak asasi para mahasiswa terkait.

China mengindikasikan akan mengambil tindakan balasan untuk merespons hal tersebut.

“Mulai 8 September 2020, Departemen telah mencabut lebih dari 1.000 visa warga negara China yang ditemukan tunduk pada Proklamasi Presiden 10043 sehingga tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa,” kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS pada Rabu (9/9).

Proklamasi Presiden 10043 dirilis Donald Trump pada 23 Mei lalu. Hal itu menjadi bagian dari respons AS terhadap pembatasan demokrasi oleh China di Hong Kong.

Menurut juru bicara Deplu AS, mahasiswa pascasarjana dan peneliti China terkategori “berisiko tinggi” dan tak memenuhi persyaratan memperoleh visa hanya segelintir kecil. Mahasiswa dan cendekiawan yang sah akan terus disambut di AS.

Sebelumnya, Plt Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Chad Wolf mengungkapkan AS telah memblokir visa mahasiswa pascasarjana dan peneliti tertentu asal China.

Hal itu dilakukan karena mereka diduga terkait dengan strategi fusi militer China. Pencegahan agar mereka tak menginjakkan kaki di AS diambil agar tak ada pencurian data atau penelitian sensitif dilakukan.

Sekitar 360.000 warga negara China  belajar di AS. Hal itu mendatangkan pendapatan yang signifikan bagi perguruan tinggi di Negeri Paman Sam.

Namun, pandemi Covid-19 telah sangat mengganggu kembalinya para pelajar dan mahasiswa ke kampus pada semester musim gugur ini. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.