• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

China Kecam Rencana Jepang Buang Limbah Radioaktif Fukushima ke Laut

by Redaksi Asiatoday
June 7, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Publik Jepang Tolak Rencana Pembuangan Air Limbah Radioaktif ke Laut

Tangki-tangki besar yang menyimpan air limbah radioaktif yang terkontaminasi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi di Prefektur Fukushima, Jepang. Foto Xinhua

ASIATODAY.ID, BEIJING – Pemerintah China mengecam rencana Jepang membuang air limbah radioaktif dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke Laut. Beijing menilai langkah itu tak bertanggung jawab.

Menurut Ketua Otoritas Energi Atom Cina Zhang Kejian, penolakan negaranya atas rencana Jepang membuang air limbah PLTN Fukushima bukan bersifat personal.

Beijing menolak karena tindakan Jepang bisa menimbulkan masalah besar pada lingkungan laut global dan kesehatan masyarakat.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Menurut Zhang, sejauh ini Jepang belum memberikan jawaban ilmiah dan kredibel atas keprihatinan semua pihak, yang di dalamnya tidak hanya negara-negara, tapi juga masyarakatnya sendiri.

Oleh sebab itu, Zhang berpendapat, Jepang melakukan tindakan sewenang-wenang jika tetap melanjutkan rencana pembuangan limbah radioaktif PLTN Fukushima.

“Ini sangat tidak bertanggung jawab,” kata Zhang saat berbicara dalam pertemuan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dikutip laman China.org.cn, pada Rabu (7/6/2023).

Dia mengingatkan, rencana pembuangan limbah radioaktif dalam jumlah besar seperti yang hendak dilakukan Jepang belum pernah terjadi sebelumnya.

Zhang mendesak IAEA menjunjung tinggi sikap objektif dan tidak memihak terkait masalah ini.

Dalam pertemuan di IAEA, perwakilan Jepang menekankan, air limbah radioaktif PLTN Fukushima sudah diolah. Kandungannya disebut tidak lagi berbeda dengan air yang dibuang PLTN yang beroperasi secara normal.

Jepang mengatakan, rencana pembuangan air limbah PLTN Fukushima bersifat ilmiah dan telah ditinjau serta disertifikasi oleh IAEA.

Duta Besar China untuk PBB di Jenewa, Li Song, merespons pernyataan Jepang dengan tetap mempertanyakan mengapa Tokyo memaksakan opsi pembuangan air limbah PLTN Fukushima ke laut.

“Jika air limbah yang diolah benar-benar tidak berbahaya, mengapa Jepang bersikeas membuangnya ke laut?” ucap Li.

Li mencatat, Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang telah mengusulkan lima rencana pembuangan air limbah PLTN Fukushima. Terdapat beberapa rencana alternatif pula yang diajukan sejumlah negara tetangga dan para ahli. Namun Pemerintah Jepang tetap kukuh memilih opsi pembuangan ke laut.

“Komite ahli pemerintah Jepang telah memberikan penjelasan yang jelas untuk rencana pembuangan (ke laut): itu adalah pilihan termurah dengan risiko polusi minimal untuk Jepang sendiri,” kata Li, seraya menambahkan bahwa tindakan egois Jepang akan mengalihkan risiko polusi ke negara tetangganya dan lingkungan sekitarnya.

Sebanyak tiga reaktor di PLTN Fukushima hancur saat Jepang dilanda gempa dan tsunami pada 2011. Pelepasan sejumlah besar radiasi tak terhindarkan akibat kejadian tersebut. Dibutuhkan lebih dari 1 juta ton air untuk mendinginkan reaktor-reaktor yang meleleh.

Air yang telah digunakan dalam proses pendinginan memiliki kandungan radioaktif yang kuat. Kini sekitar 1,25 juta ton air telah terkumpul di tangk PLTN Fukushima. Pembuangan air adalah langkah tak terhindarkan dalam proses penonaktifan pembangkit nuklir tersebut.

Pada Mei 2022 lalu, Badan Pengawas Nuklir Jepang (BPNJ) menyetujui rencana operator PLTN Fukushima untuk melepaskan air limbah radioaktif ke laut pada 2023. BPNJ menyebut, air limbah telah diolah dengan metode yang aman dan berisiko minimal bagi lingkungan.

Pemerintah Jepang dan Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO) sempat menyampaikan bahwa lebih dari 60 isotop, kecuali tritium, yang kadarnya harus ditanggulangi, telah diturunkan sehingga memenuhi standar keamanan.

Menurut mereka, tritium juga tergolong aman jika tercampur air laut.

Kendati demikian, masyarakat Jepang dan negara-negara tetangga masih merasa cemas jika air limbah PLTN Fukushima itu dilepas ke laut. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: ChinaFukushimaJepangPLTNSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.