• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China: Kelompok G7 Tak Bisa Tentukan Nasib Dunia

by Redaksi Asiatoday
June 13, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China: Kelompok G7 Tak Bisa Tentukan Nasib Dunia

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Cornwall, London, Inggris. Dok G7

ASIATODAY.ID, LONDON – China merespon Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang saat ini sedang berlangsung di Cornwall, London, Inggris.

China menegaskan bahwa hari-hari di saat sekelompok ‘kecil’ negara dapat menentukan nasib dunia sudah lama berlalu. Pernyataan disampaikan juru bicara Kedutaan Besar China di Inggris saat KTT G7 berlangsung.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran petinggi G7 menetapkan posisi bersatu dalam menentang pengaruh China di level global. Mereka mengadopsi sebuah rencana infrastruktur global dalam menyaingi skema serupa milik China.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Sejumlah analis menilai Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertekad menggandeng negara-negara Barat untuk mengambil tindakan cepat dan tepat dalam menangani pengaruh China.

“Hari-hari di saat keputusan global ditentukan sekelompok kecil negara sudah berlalu,” ujar jubir Kedubes China di London.

“Kami selalu meyakini bahwa semua negara, baik besar maupun kecil, kuat atau lemah, kaya atau miskin, adalah setara. Urusan isu-isu dunia seharusnya ditangani melalui konsultasi oleh semua negara,” sambungnya, dilansir dari laman BBC pada Minggu (13/6/2021).

Biden menginginkan agar rencana infrastruktur global bernama Build Back Better World (B3W) dapat menjadi alternatif yang kualitasnya lebih tinggi dari program China — Belt and Road Initiative (BRI).

Selama ini, AS berulang kali mengkritik Belt and Road Initiative China, yang terkadang juga disebut sebagai “diplomasi utang.”

Para petinggi G7 menginginkan agar B3W dapat menjadi kemitraan “berbasis nilai yang berstandar tinggi dan transparan.”

Selain mengenai China, G7 juga berkomitmen terhadap sebuah rencana untuk menghentikan pandemi baru di masa mendatang. Salah satu langkah yang akan diambil adalah memangkas waktu pengembangan dan pemberian lisensi vaksin. (ATN)

Tags: Belt and Road InitiativeBuild Back Better WorldChinaG7
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.