• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Rangkul Solomon, AS Ingin Perluas Kerjasama Keamanan dengan Papua Nugini

by Redaksi Asiatoday
April 26, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Rangkul Solomon, AS Ingin Perluas Kerjasama Keamanan dengan Papua Nugini 1

Negeri Papua Nugini. Dok

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Langkah China membuat pakta keamanan dengan Kepulauan Solomon membuat Amerika Serikat (AS) mengambil langkah baru.

Pasalnya, AS dilaporkan ingin meningkatkan kerjasama keamanan dengan negara pulau Pasifik Papua Nugini. Keinginan itu didorong oleh kekhawatiran AS terkait motif China karena membuat pakta keamanan dengan Kepulauan Solomon di dekatnya.

“Delegasi AS telah bertemu Perdana Menteri Papua Nugini James Marape dan ketua keamanannya pekan lalu dan berencana untuk mengadakan diskusi keamanan lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan,” kata Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, Daniel Kritenbrink,” kata pejabat AS, Selasa (26/4/2022).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Ada keinginan dari kedua pihak untuk memastikan bahwa kami mengambil langkah konkret guna memperluas kerja sama keamanan kami,” katanya kepada wartawan melalui sambungan telepon.

Pada Jumat (22/4/2022), AS mengatakan telah memperingatkan Perdana Menteri Kepulauan Solomon Mannaseh Sogavare bahwa pihaknya memiliki “keprihatinan besar dan menanggapi dengan tepat” terhadap setiap langkah untuk membangun kehadiran militer permanen China.

China mengatakan, sebelumnya bahwa perjanjian keamanan yang diteken pekan lalu tidak menimbulkan risiko bagi AS. Chhina telah mengkritik Australia karena menentangnya.

Australia yang jaraknya kurang dari 2.000 kilometer secara historis berperan dalam kebijakan Kepulauan Solomon.

Kritenbrink, bagian dari delegasi Gedung Putih yang berkunjung ke Kepulauan Solomon, Papua Nugini dan Fiji pekan lalu, mengatakan Sogavare sudah menekankan kembali pada pertemuan itu bahwa perjanjian China difokuskan pada kebutuhan keamanan dalam negeri dan tidak akan ada pangkalan militer.

“Namun, AS akan memantau perkembangannya karena khawatir akan kurangnya transparansi dan motif China,” katanya.

“Mereka sangat tidak jelas karena perjanjian ini belum diteliti,” kata Kritenbrink.

Dia menambahkan kekhawatiran itu juga dirasakan oleh mitra regional, negara-negara pulau Pasifik dan di antara rakyat Kepulauan Solomon.

Kepulauan Solomon menempati posisi strategis untuk jalur pelayaran dan komunikasi di Pasifik dan tempat pertempuran paling berdarah dalam Perang Dunia (PD) II saat itu yang disoroti delegasi AS dalam kunjungan ke tugu peringatan perang.

China menawarkan untuk membangun kembali pangkalan angkatan laut (AL) di Papua Nugini pada 2018 tetapi pemerintah di sana justru membuat kesepakatan dengan Australia dan AS untuk memperbarui pangkalan AL bekas PD II di Pulau Manus.

Papua Nugini adalah tetangga terdekat Australia di bagian Utara.

“Kami tahu betul bahwa China berupaya untuk membangun logistik luar negeri yang lebih kuat dan infrastruktur yang memungkinkan PLA untuk memperkirakan dan mempertahankan kekuatan militer pada jarak yang lebih jauh,” kata Kritenbrink merujuk pada Republik Rakyat China dan tentaranya (PLA). (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.