• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 29, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Siap Konfrontasi dengan AS Hingga Akhir

by Redaksi Asiatoday
December 22, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Minta Amerika Tak Picu Perang Dingin dan Hentikan Kebohongan

Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Wang Yi menegaskan bahwa Beijing tidak akan menghindar dari konfrontasi dengan Washington jika itu terjadi.

Meski begitu, ia tetap menyerukan kerjasama yang saling menguntungkan dan dialog yang saling menghormati.

Dalam pidatonya di Simposium Situasi Internasional dan Diplomasi China 2021, Wang Yi menggarisbawahi bahwa berbagai ketidaksepakatan antara Beijing dan Washington berasal dari salah penilaian strategis Amerika Serikat (AS).

RelatedPosts

Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire

Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release

China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar

Menurut Wang Yi, beberapa orang di AS tidak mau mengakui bahwa negara lain memiliki hak untuk berkembang dan setuju bahwa kedua negara dapat mencapai hasil yang saling menguntungkan serta sebaliknya berusaha untuk menekan Beijing.

“Jika ada konfrontasi, maka China tidak akan takut, dan akan berjuang sampai akhir,” katanya.

“Dialog boleh, tapi harus setara, kerjasama boleh, tapi harus saling menguntungkan,” tegas Wang Yi, seperti dilansir dari Sputnik, Selasa (21/12/2021).

Wang Yi melanjutkan dengan menekankan bahwa kerjasama akan menguntungkan keduanya, sementara pertempuran akan merugikan keduanya.

Dia mengakhiri pernyataannya dengan mengomentari hubungan China-Amerika, dimana ia mengungkapkan harapan bahwa Washington akan memenuhi komitmennya, memenangkan kepercayaan dari orang lain, dan bekerja dengan China untuk mengeksplorasi koeksistensi damai kedua negara besar.

Menurut diplomat tinggi China itu, kedua negara harus mendapatkan kembali niat awal mereka untuk mencairkan es dan mencari konsensus.

Kedua negara telah menghadapi berbagai tantangan dalam hubungan bilateral, dengan perkembangan terbaru termasuk AS mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin di Beijing dan mantan Presiden Donald Trump mengulangi tuduhan tentang pemerintah China yang diduga bertanggung jawab atas pandemi virus Corona.

Presiden AS saat ini Joe Biden menekan timpalannya dari China Xi Jinping atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Xinjiang, di mana pemerintah China dianggap “menekan” minoritas Muslim Uighur.

Kekhawatiran Amerika tentang “kerja paksa” di wilayah tersebut telah mendorong undang-undang baru yang diberi lampu hijau oleh Senat AS untuk melarang impor barang dari Xinjiang, dengan RUU itu sekarang menuju ke meja Biden.

Beijing telah berulang kali menolak tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di kawasan itu, menyerukan Washington untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negarinya.

China juga menolak tuduhan terkait keterlibatan dalam pandemi virus Corona. Di tengah ketegangan yang membara antara China dan AS, outlet media di AS telah memicu kekhawatiran mengenai kemajuan militer dan teknologi Beijing terutama dalam pengembangan senjata hipersonik, dengan mengatakan bahwa Pentagon harus “mengejar ketinggalan”.

Per jajak pendapat Desember, mayoritas pemilih Amerika tidak mengharapkan ketegangan antara kedua negara membaik, tetapi berharap bahwa kedua belah pihak akan menghindari konflik militer. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire
  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • Indonesia and China Join Forces to Unlock Asia’s Ancient Human Migration and Shared Civilizations
  • China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar
  • Indonesia Unveils Global Green Finance Push as Climate Investment Targets Tropical Forests
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.