• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 3, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Umumkan Latihan Militer Terbaru dengan Amunisi Sungguhan

by Redaksi Asiatoday
August 7, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Mulai Operasi Militer, Taiwan Minta Dukungan Solidaritas Indonesia

Operasi Militer China di Selat Taiwan. Dok PLA

ASIATODAY.ID, BEIJING – Pemerintah China mengumumkan pada Minggu, 7 Agustus 2022, jadwal latihan militer terbaru yang akan menggunakan amunisi sungguhan (live-fire) di Laut Kuning dan Laut Bohai.

Pengumuman disampaikan di saat China menjadi sorotan global atas berlangsungnya latihan militer berskala masif di sekitar Selat Taiwan. Latihan itu digelar sebagai bentuk protes atas kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan beberapa hari lalu.

Dilansir dari Yeni Safak, latihan militer di Laut Bohai dijadwalkan berlangsung dari tanggal 8 Agustus hingga 8 September mendatang. Sementara latihan di Laut Kuning dimulai sejak hari ini hingga 15 Agustus.

RelatedPosts

Indonesia Brings Smart Farming to the Global Stage at FAO

China Suspends 19 Indonesian Bird’s Nest Exporters

Indonesia Accelerates Global Trade Push as CPTPP and EU Deals Gain Momentum

China memandang Taiwan sebagai “provinsi yang terlepas” dan suatu saat dapat bergabung kembali ke daratan utama Negeri Tirai Bambu — dengan kekuatan militer jika memang diperlukan.

Kunjungan Pelosi ke Taiwan, kali pertama dilakukan pejabat tinggi AS sejak 25 tahun terakhir, dipandang Beijing sebagai bentuk penentangan terhadap kebijakan “Satu China.”

Menurut keterangan Kementerian Pertahanan Taiwan, China telah mengerahkan pesawat militer dalam jumlah terbesar sepanjang tahun ini di Selat Taiwan pada Jumat kemarin.

Kemenhan Taiwan menyebut pengerahan pesawat dan kapal perang itu sebagai sebuah “simulasi invasi.”

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menegaskan bahwa pihaknya selalu siap merespons langkah China. Namun di waktu bersamaan, ia juga menyerukan komunitas internasional untuk membantu “Taiwan yang demokratis.” (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Brings Smart Farming to the Global Stage at FAO
  • China Suspends 19 Indonesian Bird’s Nest Exporters
  • Australia Backs Indonesia’s EV Battery Ambitions with US$350 Million Investment
  • Beyond Nickel: Can Indonesia Become a Global Clean Energy Superpower?
  • Indonesia Accelerates Global Trade Push as CPTPP and EU Deals Gain Momentum
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.