• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Darurat Covid-19, Jepang Kerahkan Siswa Keperawatan di Seluruh Rumah Sakit

by Redaksi Asiatoday
January 5, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jepang Perpanjang Masa Darurat Covid-19

Mobilitas sosial di Jepang. Ist

ASIATODAY.ID, TOKYO –  Pemerintah Jepang menginstruksikan kepada seluruh institusi pendidikan perawatan di seantero negeri untuk mengerahkan siswa dan stafnya yang memiliki lisensi perawatan ke rumah-rumah sakit.

Instruksi tersebut muncul lantaran institusi medis di penjuru Jepang mengalami kesulitan akibat kekurangan tenaga perawat karena melonjaknya penularan Covid-19. Kekurangan perawat juga memengaruhi kapasitas penyediaan layanan medis reguler.

Kementerian Kesehatan Jepang meminta sekitar 280 akademi dan universitas yang memiliki program keperawatan untuk mengirim siswa pascasarjana dan staf pengajar yang bersertifikat. Mereka akan bekerja di rumah sakit dan fasilitas yang menerima pasien Covid-19.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Para siswa dan staf itu diminta untuk mendaftarkan diri pada pusat-pusat perawat yang ditetapkan oleh masing-masing provinsi. Pusat-pusat itu akan mengerahkan mereka ke institusi medis berdasarkan ketersediaan dan pilihannya.

Di sisi lain, Pemerintah Jepang berencana mengumumkan status keadaan darurat bagi Tokyo dan tiga provinsi yang bertetangga sesegera Kamis (7/1/2021) guna membendung penyebaran wabah Covid-19.

Perdana Menteri Suga Yoshihide mengatakan dalam konferensi pers, Senin (4/1/2021) bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan menetapkan status keadaan darurat bagi ibu kota serta juga provinsi-provinsi Saitama, Chiba, dan Kanagawa.

Penetapan status tersebut tampaknya akan berlaku selama sekitar satu bulan. Pemerintah akan mencoba untuk tidak menghambat aktivitas sosial dan ekonomi dengan menerapkan langkah-langkah dalam cara yang terbatas dan terfokus. Pihaknya berencana meminta restoran dan bar untuk mengurangi jam operasinya serta memperluas sokongan finansial bagi pihak-pihak yang memenuhi permintaan tersebut. (ATN)

Tags: Corona AsiaJepangTokyo
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.