• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Darurat Internasional Wabah Corona, WHO Tingkatkan Status Resiko pada Level Tertinggi

by Redaksi Asiatoday
October 21, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Darurat Internasional Wabah Corona, WHO Tingkatkan Status Resiko pada Level Tertinggi

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan status risiko global penyebaran wabah virus corona COVID-19 ke level teratas, yakni “Sangat Tinggi.” Namun, WHO tetap optimistis peluang mengendalikan penyebaran virus ini masih terbuka jika rantai transmisinya diputus.

Lebih dari 50 negara kini telah melaporkan kemunculan COVID-19, sejak virus tersebut pertama kali muncul di China pada Desember 2019.

Berdasarkan data di situs pemantau John Hopkins CSSE, angka kematian akibat corona di seluruh dunia kini telah melampaui 2.900, dengan total kasus melebihi 85 ribu. Sementara jumlah pasien sembuh mencapai 39.416 orang.

RelatedPosts

30 Countries Unite to Create WAICO, Aiming to Redefine Global AI Governance

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Dalam konferensi pers di Jenewa, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa sebagian besar kasus corona masih bisa dilacak, dan tidak ada bukti bahwa virus ini “menyebar dengan bebas di tengah masyarakat.”

Kolega Tedros, Dr Mike Ryan, mengatakan bahwa WHO meningkatkan status risiko corona ke level tertinggi agar pemerintah sejumlah negara menyadari bahwa penyebaran COVID-19 harus ditangani dengan serius.

“Anda bertanggung jawab kepada masyarakat dan juga dunia untuk mempersiapkan diri (menghadapi corona),” kata Ryan, melansir BBC, Sabtu (29/2/2020).

Ryan menekankan, bahwa data terkini tidak menunjukkan bahwa virus corona COVID-19 telah menjadi pandemik global.

“Jika memang sudah menjadi pandemik, maka setiap manusia di muka Bumi ini akan terjangkit,” tutur Ryan.

“Data terkini tidak mendukung hal tersebut, dan China telah memperlihatkan kepada kita semua bahwa pandemik tidak akan terjadi jika kita bertindak cepat,” sambungnya.

Tedros menekankan bahwa COVID-19 memang berpotensi menjadi pandemik global, namun meminta masyarakat dunia untuk tidak memicu kepanikan.

“Musuh terbesar kita saat ini bukanlah virus, tapi rasa takut, rumor, dan stigma,” ungkapnya.

WHO mengatakan bahwa skema pengendalian yang baik, dengan didukung “semua pemerintah dan masyarakat,” akan membantu memperlambat penyebaran virus dan memutus rantai infeksi COVID-19. (ATN)

Tags: China VirusCOVID-19Virus CoronaVirus PneumoniaWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Kana Cooperative Wins Two National Awards for Economic and Social Impact
  • Indonesia’s Bauxite Breakthrough Signals New Era of Downstream Investment
  • Asia Powers Global Demand for World Bank’s US$1.5 Billion Sustainable Bond
  • 30 Countries Unite to Create WAICO, Aiming to Redefine Global AI Governance
  • Indonesia Deepens Asia Trade Push
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.