• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Demi Efisiensi, Ribuan Karyawan OYO Dirumahkan

by Redaksi Asiatoday
January 24, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Demi Efisiensi, Ribuan Karyawan OYO Dirumahkan

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan startup OYO melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya. Keputusan ini dilakukan perusahaan dalam rangka efisiensi dan memenuhi target keuntungan.

“Ini bukan keputusan yang mudah buat kami. Kami lakukan semua yang kami bisa untuk memastikan mereka mendapat bantuan dan dukungan dalam transisi ini,” terang CEO OYO, Ritesh Agarwal sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Jumat (24/01/2020).

Dengan keputusan ini, sekitar 2.000 pegawai OYO harus kehilangan pekerjaan. Selain itu, keputusan ini juga dilaporkan sebagai bentuk upaya OYO dalam menyeimbangkan kecepatan pertumbuhan bisnis dengan kapasitas operasional perusahaan.

RelatedPosts

Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era

ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance

Global Investors Eye Central Java as Asia’s New Industrial Frontier

Selain itu, perusahaan juga tengah berupaya meningkatkan tata kelola atau governance, serta meningkatkan penggunaan teknologi secara lebih optimal guna meningkatkan operasional perusahaan.

Sebagai informasi, OYO merupakan startup berbasis di India yang bergerak di bidang penyewaan kamar atau hotel.

Startup yang berdiri pada tahun 2013 lalu ini telah memiliki jutaan kamar untuk disewakan di sejumlah wilayah termasuk India, Malaysia, Inggris, Arab Saudi, Sri Lanka serta Indonesia. Sementara itu, OYO diketahui mendapatkan investasi sebanyak USD800 juta (Rp10,9 triliun) pada tahun 2019 lalu.

Investasi ini berasal dari sejumlah nama besar, termasuk Softbank dan Airbnb, dan saat ini valuasi OYO sudah mencapai US$10 miliar, artinya OYO sudah menyandang status decacorn. Keputusan OYO untuk mencapai target keuntungan ini diperkirakan akibat desakan dari Softbank.

Sebab sebelumnya, Softbank harus menelan pil pahit akibat masalah keuangan yang dialami oleh WeWork. Startup yang bergerak di bidang berbagi kantor, menyebabkan valuasi perusahaan rintisan ini hanya tersisa sebesar USD8 miliar (Rp109,03 triliun).

Valuasi tersebut menurun secara signifikan, sebab sebelumnya, WeWork memiliki valuasi sebesar USD47 miliar (Rp640,6 triliun). Merumahkan banyak pegawai, OYO mengklaim bahwa jumlah pegawai yang tersisa masih cukup untuk dapat membantu perusahaan mencapai target keuntungan.

Dengan demikian, OYO mengklaim bahwa perusahaannya tidak memiliki hal yang perlu dikhawatirkan. Saat ini, OYO menyebut akan terfokus dalam menjaga bisnisnya tetap stabil dan berkelanjutan, serta terus mengalami pertumbuhan di masa mendatang. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Ekonomi DigitalInvestasi DigitalOyo IndonesiaStartup IndonesiaStarup
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.