• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Dibobol Hecker, CEO Tokopedia Buka Suara

by Redaksi Asiatoday
May 12, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tokopedia Luncurkan Layanan Pembayaran BPJS Autodebit

Tokopedia Office Ambience. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya merespons pencurian data yang terjadi di Tokopedia.

Ia pun mengirimkan surat kepada seluruh pengguna e-commers itu.

William mengatakan bisnis Tokopedia merupakan bisnis kepercayaan. Selama 11 tahun, Tokopedia sudah beroperasi dan selalu memperhatikan sistem keamanan. Dan mengenai pencurian data yang terjadi pada 2 Mei 2020 pihaknya mengklaim sudah melakukan berbagai upaya perbaikan sistem keamanan.

RelatedPosts

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

“Pada 2 Mei 2020, kami menyadari adanya pencurian data oleh pihak ketiga yang tidak berwenang terkait informasi pengguna Tokopedia. Selain pemberitahuan yang telah kami informasikan sebelumnya, kami ingin memberikan informasi terbaru terkait langkah-langkah yang telah kami ambil hingga saat ini untuk mengatasi kejadian tersebut,” kata William melalui pesannya, Selasa (12/5/2020).

William mengungkapkan, pihaknya langsung memberikan informasi kepada seluruh pengguna Tokopedia, memulai proses investigasi dan mengambil langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan akun dan transaksi tetap terjaga.

“Kami terus pastikan bahwa kata sandi telah dienkripsi dengan enkripsi satu arah,” terangnya.

Kemudian Tokopedia juga telah berkomunikasi dan bekerja sama dengan pemerintah, antara lain Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber dan Sandi Negara untuk melakukan investigasi atas kejadian ini sekaligus memastikan keamanan dan perlindungan atas data pribadi.

“Kami juga telah menunjuk institusi independen kelas dunia yang memiliki spesialisasi di bidang keamanan siber dalam membantu investigasi dan identifikasi langkah-langkah yang diperlukan guna lebih meningkatkan lagi perlindungan data para pengguna Tokopedia,” tuturnya.

Menurut Wiliiam, pengguna merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, sebagai langkah pencegahan tambahan Tokopedia mengajak seluruh pengguna mengikuti anjuran langkah pengamanan agar semua tetap terlindungi.

Adapun langkah-langkah yang dimaksud Wiliiam seperti memastikan selalu mengganti kata sandi akun Tokopedia secara berkala, tidak menggunakan kata sandi yang sama di berbagai platform digital, dan menjaga OTP dengan tidak memberikan kode OTP tersebut kepada pihak manapun termasuk yang mengatasnamakan Tokopedia dan untuk alasan apapun.

“Kami memahami bahwa kejadian ini telah menimbulkan ketidaknyamanan pada seluruh pengguna,” tandasnya. (ATN)

Tags: Cyber CrimeCybersecurityTokopedia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.