• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Dinilai Gagal, PM Malaysia Didesak Mundur

by Redaksi Asiatoday
October 26, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Darurat Coronavirus, Malaysia Umumkan Lockdown

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yasin. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin dihadapkan pada tuntutan politik agar mundur dari jabatannya.

Seruan itu menggema usai usulannya agar Malaysia menerapkan keadaan darurat Covid-19 ditolak oleh Raja Malysia Al-Sultan Abdullah. 

Muhyiddin pun dianggap gagal oleh masyarakat yang ragu atas kebijakannnya.

RelatedPosts

Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

Muhyiddin telah meminta penerapan aturan darurat di tengah lonjakan baru infeksi Corona di Malaysia dan pandemi global yang telah menghantam perekonomian. Namun, para kritikus menuduhnya tengah mencari alasan untuk menangguhkan sidang parlemen.

Sidang parlemen akan mengagendakan penyampaian pendapat dari para anggota yang sebelumnya dimenangkannya dengan posisi mayoritas tipis.

Penolakan Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah terlihat semakin mengikis kepercayaan terhadap Muhyiddin pada kekuasaan, apalagi setelah pemimpin oposisi Anwar Ibrahim mengatakan dia mendapat dukungan mayoritas di parlemen.

Dukungan terhadap Anwar termasuk dari pembelot di aliansi yang berkuasa sehingga memungkinkan terbentuknya pemerintahan baru.

Selain menolak permintaan Muhyiddin, raja juga meminta politisi untuk mengakhiri politik yang dapat mengganggu kestabilan pemerintah yang dinilainya telah menangani pandemi dengan baik.

Akan tetapi para pemimpin partai lain dalam koalisi Muhyiddin serta oposisi mengkritik langkahnya karena dinilai memamfaatkan keadaan darurat. Mereka makin keras meminta Muhyidin mundur setelah tawaran itu gagal.

“Syukurlah, Yang Mulia Raja tidak terpengaruh oleh permainan politik yang bisa menyeret negara ke wilayah yang lebih kritis,” kata Ahmad Puad Zarkashi, pemimpin senior di Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai terbesar dalam koalisi yang berkuasa seperti dikutip dari CNA, Senin (26/10/2020).

Dalam sebuah unggahan di Facebook, dia mengatakan bahwa kesejahteraan rakyat lebih penting. Oleh karena itu, seharusnya Muhyiddin turun. (ATN)

Tags: MalaysiaMuhyiddin Yassin
No Result
View All Result

Terbaru

  • U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges
  • Bank Jakarta Wins Three Awards at the 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
  • Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat
  • World Bank Backs Cambodia’s Green Industry Drive with $115 Million Energy Investment
  • Indonesia Uses Nickel Dominance to Court South Korean Investment in Global EV Supply Chain
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.