• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Dolar AS Kian Berkibar Ditengah Kekhawatiran Investor akan Resesi Global

by Redaksi Asiatoday
April 3, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dolar AS Kian Berkibar Ditengah Kekhawatiran Investor akan Resesi Global

Dolar Amerika Serikat. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Pandemi global wabah coronavirus (Covid-19) mendorong kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat WIB.

Hal itu terjadi karena investor yang khawatir tentang prospek resesi global terus berlindung di greenback.

“Dengan meningkatnya dampak virus corona di seluruh dunia, investor memandang dolar sebagai tempat yang aman,” kata Presiden Pasar Dunia TIAA Bank Chris Gaffney, di St. Louis, Missouri, melansir Antara, Jumat (3/4/2020).

RelatedPosts

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Klaim pengangguran AS dalam minggu terakhir melonjak ke level tertinggi selama ini, namun reaksi dolar tampak kurang antusias. Klaim awal untuk tunjangan pengangguran naik menjadi 6,65 juta pada minggu terakhir dari 3,3 juta yang tidak direvisi pada minggu sebelumnya. Angka tersebut jauh melampaui estimasi median 3,50 juta dalam survei ekonom.

Investor sekarang menunggu laporan payrolls (gaji) non-pertanian AS untuk Maret. Ekonom memperkirakan kehilangan 100 ribu pekerjaan AS pada bulan lalu, pembalikan tajam dari kenaikan pekerjaan 273 ribu pada Februari, menurut jajak pendapat. Itu akan menjadi penurunan pertama dalam pekerjaan sejak September 2010.

“Tentu saja, penurunan payrolls akan jauh lebih buruk pada April, hampir pasti melebihi kehilangan bulanan terbesar yang tercatat selama krisis keuangan, yaitu 800 ribu pada Maret 2009,” kata Natwest Markets dalam sebuah catatan penelitian.

Pasar telah waspada sejak peringatan Presiden Donald Trump pada Selasa 31 Maret tentang dua minggu ke depan yang menyakitkan dalam memerangi virus korona, bahkan dengan langkah-langkah jaga jarak sosial yang ketat.

Amerika Serikat memiliki lebih dari 200 ribu kasus covid-19 yang dikonfirmasi -terbesar di dunia- yang telah mengirim investor berbondong-bondong ke aset safe-haven.

Secara global, kasus virus corona mencapai satu juta pada Kamis, 2 April, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins.

Beberapa analis tidak memperkirakan dolar akan memperpanjang reli baru-baru ini setelah Federal Reserve mengambil serangkaian langkah-langkah, yang mulai berdampak, untuk memastikan pasokan mata uang global itu memadai.

Biaya untuk menghimpun dana dolar AS di pasar swap yen dan euro mulai stabil pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dengan premi mendukung mata uang lainnya, menunjukkan bahwa permintaan greenback telah surut dari sebelumnya dalam pandemi virus korona.

Dalam perdagangan sore hari, indeks dolar menguat 0,7 persen pada 100,17. Terhadap yen, dolar naik 0,7 persen pada 107,91 yen. Euro memperpanjang penurunannya, jatuh lebih dari satu persen menjadi 1,0847 dolar, setelah mencapai level terendah satu minggu.

Upaya Fed untuk meningkatkan likuiditas dolar telah mendorong mata uang lain seperti crown Norwegia, yang naik lebih lanjut pada Kamis waktu setempat, ke level tertinggi tiga minggu di 11,1820 terhadap euro. Terakhir diperdagangkan menguat dua persen pada 11,24. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Amerika SerikatCOVID-19Krisis EkonomiPasar ModalResesi EkonomiResesi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.