• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Dolar Tidak Berlaku, China Beli Batubara dari Rusia Pakai Yuan

by Redaksi Asiatoday
April 7, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Gandeng Jepang Jalankan Alih Teknologi Penambangan Batubara

Aktivitas pengangkutan tambang batubara. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China membeli Batubara dari Rusia dengan menggunakan mata uang yuan seiring dengan kelanjutan kerjasama kedua negara di tengah kemarahan dunia internasional setelah invasi ke Ukraina.

Dilansir Bloomberg pada Kamis (7/4/2022), sejumlah perusahaan China menggunakan mata uang lokal untuk membeli batubara dari Rusia pada Maret.

Konsultan China Fenwei Energy Information Service Co., mengatakan kargo pertama akan tiba pada bulan ini. Ini akan menjadi pengapalan komoditas pertama yang dibayar dengan yuan sejak Amerika Serikat (AS) dan Eropa memberikan penalti kepada Rusia dan menutup sejumlah akun bank Rusia dari sistem keuangan internasional.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Menurut sumber anonim, kargo pertama dari minyak Eastern Siberia–Pacific Ocean (ESPO) yang dibeli menggunakan yuan akan dikirim kepada kilang minyak independen pada Mei.

Seperti diketahui, China telah lama bergelut dengan dominasi dolar dalam perdagangan global dan pengaruh politik AS. Rusia adalah pemasok batu bara nomor dua bagi China pada tahun lalu.

Hampir setengah impor dari Rusia terdiri dari batu bara metalurgi setelah dimulainya kembali sebagian operasi di pusat pembuatan baja China, Tangshan.

Moscow juga menawarkan pembayaran dengan rupee dan rubel kepada pembeli India. Adapun Arab Saudi tengah bernegosiasi dengan Beijing untuk menghargai minyak mentahnya dengan yuan. (ATN)

Tags: Asia BusinessBatubara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.