• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Dolar Tidak Berlaku, China Beli Batubara dari Rusia Pakai Yuan

by Redaksi Asiatoday
April 7, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Gandeng Jepang Jalankan Alih Teknologi Penambangan Batubara

Aktivitas pengangkutan tambang batubara. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China membeli Batubara dari Rusia dengan menggunakan mata uang yuan seiring dengan kelanjutan kerjasama kedua negara di tengah kemarahan dunia internasional setelah invasi ke Ukraina.

Dilansir Bloomberg pada Kamis (7/4/2022), sejumlah perusahaan China menggunakan mata uang lokal untuk membeli batubara dari Rusia pada Maret.

Konsultan China Fenwei Energy Information Service Co., mengatakan kargo pertama akan tiba pada bulan ini. Ini akan menjadi pengapalan komoditas pertama yang dibayar dengan yuan sejak Amerika Serikat (AS) dan Eropa memberikan penalti kepada Rusia dan menutup sejumlah akun bank Rusia dari sistem keuangan internasional.

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Menurut sumber anonim, kargo pertama dari minyak Eastern Siberia–Pacific Ocean (ESPO) yang dibeli menggunakan yuan akan dikirim kepada kilang minyak independen pada Mei.

Seperti diketahui, China telah lama bergelut dengan dominasi dolar dalam perdagangan global dan pengaruh politik AS. Rusia adalah pemasok batu bara nomor dua bagi China pada tahun lalu.

Hampir setengah impor dari Rusia terdiri dari batu bara metalurgi setelah dimulainya kembali sebagian operasi di pusat pembuatan baja China, Tangshan.

Moscow juga menawarkan pembayaran dengan rupee dan rubel kepada pembeli India. Adapun Arab Saudi tengah bernegosiasi dengan Beijing untuk menghargai minyak mentahnya dengan yuan. (ATN)

Tags: Asia BusinessBatubara
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.