• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

EEA: 13 Persen Kematian di Eropa Akibat Pencemaran Lingkungan

by Redaksi Asiatoday
September 13, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
EEA: 13 Persen Kematian di Eropa Akibat Pencemaran Lingkungan

Polusi udara. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Laporan terbaru Badan Perlindungan Lingkungan Eropa (EEA) menyebutkan, 13 persen kematian di Eropa diakibatkan oleh pencemaran lingkungan. Badan yang berbasis di Kopenhagen itu menyebutkan, ada lebih dari 400.000 kematian dini di Uni Eropa setiap tahun.

“Ada hubungan yang jelas antara kondisi lingkungan dan kesehatan penduduk,” kata Komisaris Lingkungan Uni Eropa Virginijus Sinkevicius, dalam laporan itu dikutip Minggu (13/9/2020).

Laporan itu mengatakan pandemi virus corona telah menunjukkan betapa rentannya populasi Eropa terhadap “kesehatan manusia dan kesehatan ekosistem.”

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Populasi yang rentan termasuk anak-anak dan orang tua, yang paling berisiko terdampak pencemaran lingkungan. Terutama penduduk miskin terpapar polusi berakibat kematian

“Orang-orang miskin terpapar polusi udara dan cuaca ekstrem secara tidak proporsional, termasuk gelombang panas dan dingin yang ekstrem,” kata laporan EEA.

“Ini terkait dengan tempat mereka tinggal, bekerja, dan bersekolah, seringkali di lingkungan perkotaan dan dekat dengan lalu lintas padat.” Laporan itu juga mencatat perbedaan antara Eropa timur dan barat.

EEA mengatakan, kualitas air di Uni Eropa tergolong tinggi, dengan air untuk mandi mendapat nilai “sangat baik” dalam 85 persen kasus pengujian.

“Setiap orang harus memahami bahwa dengan menjaga planet kita, kita tidak hanya menyelamatkan ekosistem, tetapi juga kehidupan, terutama yang paling rentan,” kata Virginius Sinkevicius.

Dampak perubahan iklim

Laporan EEA juga menyebutkan, perubahan iklim berdampak besar pada angka kematian, terutama karena makin banyak gelombang panas dan bencana banjir.

Catherine Ganzleben dari EEA mengatakan, penduduk di lingkungan perkotaan yang terutama rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Penelitian EEA didasarkan pada data-data Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengenai angka kematian dan penyebabnya. Menurut data-data sejak 2012, sekitar 13 persen kematian setiap tahun di Uni Eropa berkaitan dengan faktor-faktor lingkungan dan sebenarnya bisa dihindari.

Penyebab kematian yang terbanyak adalah penyakit kanker, penyakit jantung dan stroke, yaitu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. (ATN)

Tags: Asia EropaClimate ChangeClimate CrisisClimate EmergencyPencemaran LingkunganPerubahan IklimPolusi Udara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.