• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Efek Covid-19, 12 Juta Orang di Indonesia Kehilangan Pekerjaan

by Redaksi Asiatoday
July 20, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Hampir 2 Juta Orang di Indonesia Kehilangan Pekerjaan akibat Covid-19

Para karyawan perusahaan swasta yang bekerja di Jakarta sebelum pandemi Covid-19. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dampak pandemi coronavirus (Covid-19) membuat jutaan orang di Indonesia kehilangan pekerjaan.

Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Anton Supit, sudah 12 juta pekerja yang diberhentikan dari pekerjaannya dan sebagian besar tidak dilaporkan ke dinas tenaga kerja.

“Saat ini, dana pemulihan ekonomi lebih banyak yang urusannya dengan kredit perbankan,” kata dia melalui keterangan resminya, Sabtu (18/7/2020).

RelatedPosts

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

Ia memandang, pemerintah perlu lebih fokus membantu dunia usaha sebab insentif fiskal dan kebijakan yang disiapkan pemerintah belum mampu menyasar dunia usaha.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Arif Budimanta mengatakan pemerintah memang memprioritaskan program pemulihan ekonomi nasional bagi masyarakat miskin, dan usaha mikro.

Namun, kelompok menengah atas tetap mendapat dukungan melalui program restrukturisasi kredit, subsidi bunga kredit, hingga perpajakan.

“Semua program tersebut bertujuan agar daya beli masyarakat miskin meningkat sehingga ekonomi berputar,” jelasnya.

Sementara itu, Guru Besar dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Nunung Nuryartono menilai pemerintah perlu menyusun prioritas dengan masyarakat kelas bawah berada pada urutan pertama.

Program tersebut juga perlu memperhatikan potensi di wilayah masyarakat yang bersangkutan.

“Pemulihan di masyarakat kelas bawah akan mendorong daya beli dan akan berdampak positif kepada ekonomi secara keseluruhan termasuk pelaku dari kelas atas,” tandasnya. (ATN)

Tags: KadinPengangguran
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.