• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Efek Sanksi Barat, Ribuan Wisatawan Rusia Terlantar di Thailand

by Redaksi Asiatoday
March 10, 2022
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 1 min read
A A
0
Phuket Thailand Sambut Wisatawan Global Mulai 1 Juli

Phuket Thailand. Dok

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Ribuan wisatawan asal Rusia terlantar di Thailand pasca negera-negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap negeri itu menyusul ‘operasi militer khusus’ ke Ukraina.

Para wisatawan Rusia dilaporkan turut terkena dampak sebab saat ini mereka tak lagi bisa bertransaksi.

Menurut kepala otoritas pariwisata Thailand, pembatalan penerbangan, mata uang rubel jatuh bebas, dan masalah pembayaran dari bank-bank Rusia yang terputus dari sistem SWIFT global telah menyebabkan lebih dari 7.000 orang Rusia dalam keadaan terdampar di sejumlah destinasi seperti Phuket, Koh Samui, Pattaya dan Krabi.

RelatedPosts

Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers

Jakarta Targets China’s Premium Travelers in Global Tourism Push

TransNusa Adds Jakarta–Bangkok Route

“Kami harus menjadi tuan rumah yang baik dan menjaga semua orang. Masih ada turis Rusia dalam perjalanan ke sini,” kata Yuthasak Supasorn kepada Reuters, Rabu (9/3/2022).

Kedutaan Rusia di Bangkok tidak segera menanggapi permintaan komentar terhadap warganya.

Pada 2019, Thailand menerima 1,4 juta pengunjung Rusia. Pada bulan Januari, terhitung sekitar 23.000 orang Rusia, mewakili sekitar seperlima dari total kedatangan. Sekitar setengah dari turis Rusia yang terdampar berada di pulau phuket.

“Kami telah meminta hotel untuk menurunkan harga dan memperpanjang masa tinggal mereka,” kata presiden asosiasi pariwisata Phuket Bhummikitti Ruktaengam.

Beberapa pengunjung, bila mampu, telah menggunakan UnionPay China setelah kartu yang dikeluarkan oleh bank Rusia yang menggunakan perusahaan pembayaran AS Visa dan Mastercard tidak berfungsi.

Pada Sabtu, Visa dan Mastercard mengumumkan penangguhan operasi di Rusia.

Meskipun Thailand termasuk di antara 141 negara yang mendukung resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyerukan penarikan segera pasukan Rusia, Thailand belum menjatuhkan sanksi apa pun terhadap Moskwa.

Bhummikitti mengatakan ratusan orang dari Ukraina juga terdampar, terutama karena penutupan bandara di sana.

Bhummikitti mengatakan upaya sedang dilakukan untuk membawa orang Rusia yang terdampar ke penerbangan ke Moskwa dengan maskapai Timur Tengah dan untuk mengatur penerbangan repatriasi.

“Satu proposal sedang dipertimbangkan untuk memungkinkan penggunaan mata uang kripto untuk pembayaran di hotel, penerbangan, dan bisnis lain di Phuket,” katanya. (Reuters)

Tags: RusiaSWIFTThailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.