• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ekonomi Indonesia Diambang Krisis, OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Masih Terjaga 

by Redaksi Asiatoday
March 27, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekonomi Indonesia Diambang Krisis, OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Masih Terjaga 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan hingga Maret 2020, stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga meski perekonomian tertekan akibat gempuran pandemi global wabah coronavirus (Covid-19).

Menurut Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo, berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh regulator baik di sektor perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank diharapkan menjadi countercyclical dampak penyebaran virus corona.

“OJK senantiasa memantau perkembangan ekonomi global yang sangat dinamis dan berupaya untuk terus memitigasi potensi risiko yang ada terhadap kinerja sektor jasa keuangan domestik,” terang Anto dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2020).

RelatedPosts

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

OJK memandang, kondisi perekonomian global diperkirakan akan terkontraksi cukup dalam pada semester 1/2020. Ekonomi diharapkan kembali pulih pada semester 2/2020.

“Pulihnya perekonomian global akan sangat bergantung pada berakhirnya wabah virus Corona di tataran global,” terangnya.

Besarnya sentimen negatif terkait penyebaran virus Corona baik secara global maupun perkembangan di Indonesia mempengaruhi kinerja sektor jasa keuangan domestik, khususnya di pasar keuangan, baik pasar saham maupun SBN.

Meski menyebutkan stabilitas keuangan terjaga, semenjak awal Maret 2020 sampai dengan 24 Maret 2020 OJK mencatat investor asing keluar dari pasar saham dan SBN masing-masing sebesar Rp6,11 triliun dan Rp98,28 triliun.

Dengan kondisi tersebut, pasar saham melemah signifikan sebesar 27,79 persen mtd atau 37,49 persen ytd menjadi 3.937,6. Pelemahan juga diikuti dengan pelemahan di pasar SBN dengan yield yang rata-rata naik sebesar 118,8 bps mtd atau 95bps ytd.

“Pelemahan ini disebabkan pada kekhawatiran investor terhadap virus corona yang akan berdampak pada kinerja emiten di Indonesia,” tandasnya.  (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Corona IndonesiaCOVID-19Krisis EkonomiOtoritas Jasa KeuanganPandemi GlobalResesi EkonomiResesi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.