• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ekspor Ore Dilarang, Antam Bidik Pasar Nikel ke Eropa

by Redaksi Asiatoday
June 12, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kolaborasi China, Antam Bangun Lima Smelter Senilai Rp102 Triliun

Smelter Feronickel PT Antam di Pomalaa, Kolaka. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Keputusan Pemerintah Indonesia melarang ekspor nikel ore pada Oktober 2019 lalu, membuat perusahaan tambang kini harus memutar otak dan membuat strategi baru, salah satunya PT Aneka Tambang Tbk., (Antam).

Direktur Niaga Aneka Tambang Aprilandi Hidayat Setia mengatakan, strategi dan upaya yang akan dilakukan Antam adalah dengan menjaga produksi feronikel di smelter Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara dan mempertahankan pasar hasil hilirisasi nikel.

“Kita jaga terus kondisi produksi feronikel Pomalaa dan disamping juga mempertahankan pasar,” terang Apriliandi dalam video conference, Kamis (11/6/2020).

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Dikatakan, sebagian besar pasar hasil hilirisasi nikel Antam berada di Asia Timur, seperti China, India, dan Korea. Namun karena kondisi perekonomian tidak menentu, Antam berinisiatif untuk membuka jangkauan pasar hilirisasi nikel lebih jauh lagi yakni Eropa.

Apalagi, akibat pandemi virus corona (covid-19) pasar India terganggu. Salah satu pembelinya terkendala keuangan dan feronikel Antam sulit masuk ke wilayah tersebut karena kebijakan karantina wilayah (lockdown).

“Pada saat Covid-19 ini, pembeli India sempat bermasalah dengan kondisi keuangan dan lockdownnya, sehingga target pasar kita alihkan ke China. Kita juga jajaki kembali pasar Eropa,” jelasnya.

Untuk ekspansi ke pasar Eropa, Antam akan menghubungi pembeli-pembeli lama dan menyiapkan logistik yang baik supaya hasil hilirisasi tersebut sampai ke Benua Biru tersebut.

Di sisi lain mengenai bijih nikel, Apriliandi menambahkan Antam akan menjual komoditas tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM terkait dengan Harga Patokan Mineral (HPM). Emiten berkode ANTM itu juga akan melakukan negosiasi kepada pihak smelter untuk menerima harga sesuai dengan HPM.

“Antam sudah mulai negosiasi ke pihak pembeli untuk dapat menerima dan membeli dengan harga HPM. Jadi ini yang sudah kami upayakan, dan sepertinya ada titik terang sehingga kita bisa jual bijih nikel ke domestik sesuai dengan regulasi pemerintah,” jelasnya.

Dengan menerapkan upaya-upaya tersebut, Antam meyakini dapat membantu kinerja perusahaan di 2020.

“Semoga langkah ini bisa mendongkrak pendapatan Antam di 2020,” tandasnya. (ATN)

Tags: AntamEkspor NickelHilirisasi NikelLarangan Ekspor NikelNikelOre NikelSmelter FeronikelTambang Nikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.