• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Elon Musk: Bersiaplah, Matahari akan Membakar Planet Bumi

by Redaksi Asiatoday
October 1, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Elon Musk: Bersiaplah, Matahari akan Membakar Planet Bumi

Pemanasan Bumi. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemimpin perusahaan Tesla Elon Musk memberikan peringatan yang cukup mengkhawatirkan bagi manusia. 

Musk Pria mengimbau manusia agar pindah ke planet lain, karena matahari akan menelan bumi.

“Saya pikir ini penting untuk memastikan kelangsungan hidup jangka panjang seperti yang kita ketahui, menjadi spesies multi-planet. Akhirnya Matahari akan mengembang dan menelan Bumi. Ini akan memperluas dan membakar Bumi. Ini pasti akan terjadi, meski  tidak dalam waktu dekat,” kata Elon Musk dalam wawancara dengan The New York Times podcast Sway, seperti dilansir dari Yahoonews, Rabu (30/9/2020).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Ilmuwan menyebutkan, ekspansi Matahari diperkirakan tidak akan terjadi setidaknya selama tujuh miliar tahun.

Musk mengatakan bahwa menjadi spesies multi-planet akan memungkinkan peradaban manusia menghindari peristiwa kepunahan yang berdampak pada spesies lain.

“Rekaman fosil memang menunjukkan banyak peristiwa kepunahan selama ribuan tahun dari meteor, dari gunung berapi super, dari variasi iklim alami,” tambahnya.

Sebenarnya, teori bahwa bumi akan hancur dan matahari akan membesar sudah sejak lama muncul.

Tahun 2016, ilmuwan menyebutkan jika bumi akan menghilang entah karena terhisap lubang hitam raksasa, atau hancur karena tertelan matahari yang kian membesar, atau bahkan hancur karena tertabrak asteroid raksasa.

Terkait matahari akan menghancurkan bumi, Jillian Scudder, ahli astrofisika di University of Sussex mengatakan seperti dilansir dari Sciencealert, matahari bertahan dengan membakar atom hidrogen menjadi atom helium di intinya. Faktanya, ia membakar 600 juta ton hidrogen setiap detik.

Dan saat inti Matahari menjadi jenuh dengan helium ini dan menyusut kemudian menyebabkan reaksi fusi nuklir menjadi lebih cepat yang berarti Matahari mengeluarkan lebih banyak energi.

Faktanya, untuk setiap miliar tahun yang dihabiskan Matahari untuk membakar hidrogen, matahari menjadi sekitar 10 persen lebih terang.

Dan meskipun 10 persen mungkin tidak terlihat banyak, perbedaan itu bisa menjadi bencana besar bagi planet kita.

“Prediksi untuk apa sebenarnya yang akan terjadi pada Bumi saat Matahari semakin terang selama miliaran tahun mendatang cukup tidak pasti. Tapi intinya adalah bahwa peningkatan panas dari Matahari akan menyebabkan lebih banyak air menguap dari permukaan, dan sebagai gantinya tertahan di atmosfer. Air kemudian bertindak sebagai gas rumah kaca, yang memerangkap lebih banyak panas yang masuk, yang mempercepat penguapan,” jelasnya.

Bahkan sebelum kehabisan hidrogen, cahaya energi tinggi Matahari akan membombardir atmosfer bumi dan “memecah molekul dan memungkinkan air lepas sebagai hidrogen dan oksigen, yang pada akhirnya mengeringkan bumi”.

Peningkatan kecerahan 10 persen setiap miliar tahun berarti bahwa 3,5 miliar tahun dari sekarang, matahari akan bersinar hampir 40 persen lebih terang, yang akan mendidihkan lautan di bumi, mencairkan lapisan esnya, dan menghilangkan semua kelembapan dari atmosfernya.

“Planet kita, setelah dipenuhi kehidupan, akan menjadi sangat panas, kering, dan tandus -seperti Venus,” tandasnya. (ATN)

Tags: Climate ChangeClimate CrisisGlobal WarmingPemanasan GlobalPerubahan IklimPlanet BumiSave EarthSave OceanTesla
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.