ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan Elsevier, penyedia jasa publikasi penelitian dan analisis informasi global, dan bagian dari RELX, telah mengakuisisi SciBite, perusahaan AI semantik yang berkantor pusat di Cambridge, Inggris.
Langkah ini untuk membantu pelanggan membuat keputusan litbang secara lebih cepat dan lebih efektif melalui teks dan solusi kecerdasan data yang canggih.
Dr. Lee Harland, Chief Scientific Officer SciBite mengatakan, solusi SciBite mampu mengidentifikasi dan mengekstrak wawasan ilmiah dari teks dan konten terstruktur dan tidak terstruktur, untuk mengidentifikasi konsep utama seperti obat-obatan, protein, perusahaan, target, dan hasil.
“Data yang diperkaya secara semantik dan dapat dibaca mesin ini, membantu pelanggan SciBite di seluruh dunia membuat keputusan yang lebih efisien,” ujar dia melalui siaran pers Elsevier yang diterima, Selasa (25/8/2020).
SciBite didirikan pada tahun 2011 oleh Dr. Lee Harland, yang saat ini menjabat sebagai Chief Scientific Officer di perusahaan tersebut, dengan misi untuk membantu pelanggan lebih memahami kompleksitas data ilmu hayati.
Produk utama SciBite meliputi: TERMite, mesin analisis teks berbasis AI dan ontologi; DOCstore, yang mengubah pencarian melalui pengindeksan semantik; dan CENtree,, platform manajemen ontologi kolaboratif generasi mendatang; produk tersebut dilengkapi dengan rangkaian aplikasi yang mendukung teknologi intinya dan memungkinkan pelanggan untuk mengotomatiskan kurasi data dan mengelola standar terminologi.
“Saya sangat bangga dengan semua orang di SciBite. Kami percaya bahwa investasi berkelanjutan kami dalam teknologi inovatif memungkinkan pelanggan kami untuk mengatasi tantangan besar yang mereka hadapi dalam membuat, menghubungkan, dan menganalisis konten dan data yang berbeda. Rekam jejak kami dalam mengemudi wawasan dan efisiensi baru dalam penemuan obat dan ilmu kehidupan yang lebih luas adalah sesuatu yang akan terus kami kembangkan dalam fase perjalanan kami selanjutnya,” jelas Dr. Harland. (AT Network)
