• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Emirates : Imbas Perang Tarif Amerika-Uni Eropa, Picu Kenaikan Harga Tiket

by Redaksi Asiatoday
October 16, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Emirates : Imbas Perang Tarif Amerika-Uni Eropa, Picu Kenaikan Harga Tiket

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Maskapai penerbangan terbesar dunia, Emirates, mengingatkan perang tarif antara Amerika Serikat dan Uni Eropa mengenai tarif pesawat jet berisiko memicu kenaikan harga tiket bagi calon penumpang.

Menurut Presiden Emirates Tim Clark, aksi balas-membalas tarif impor terhadap pesawat Boeing Co. dan Airbus SE pada akhirnya akan meningkatkan harga pesawat dan mempengaruhi ongkos perjalanan.

“Pada akhirnya, harga yang harus kami bayar sebagai akibat dari pengenaan tarif, terpaksa dibebankan ke kepada konsumen, sehingga harga tiket cenderung naik,” kata Clark dalam pidatonya di Aviation Show 2019 di Dubai, dikutip melalui Bloomberg, Rabu (16/10/2019).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

AS telah mengatakan akan memberlakukan pungutan 10% pada pesawat jet Eropa menyusul keputusan Organisasi Perdagangan Dunia yang menyatakan bahwa Airbus memang mendapat manfaat dari subsidi ilegal.

WTO sedang mempertimbangkan kasus serupa terhadap Boeing yang akan diputuskan tahun depan dan Uni Eropa mengatakan akan memberlakukan tarifnya sendiri jika AS bertindak sekarang.

Pekan lalu, Menteri Keuangan Perancis Bruno Le Maire, mengatakan bahwa dia tidak ingin penerbangan menjadi alat dalam perang perdagangan global, tetapi blok ekonomi itu akan menghantam AS dengan sanksi jika solusi tidak juga tercapai.

Airbus mengatakan pihaknya mendukung penyelesaian yang dinegosiasikan terkait sengketa subsidi ilegal yang dituduhkan oleh masing-masing negara, setelah WTO mengesahkan tarif impor AS seilai US$7,5 miliar terhadap Uni Eropa.

AS berencana untuk mengenakan pungutan terhadap sejumlah barang termasuk pesawat terbang, tetapi mengecualikan suku cadang pesawat jet.

Dengan demikian, Airbus memiliki ruang untuk meminimalkan dampak tarif dengan memasok sebanyak mungkin pasar Amerika melalui jalur perakitannya di Mobile, Alabama.

Clark dikenal sebagai pribadi yang vokal dan berani berbicara tentang masalah pelik yang mempengaruhi maskapai penerbangan.

Veteran industri penerbangan tersebut bulan lalu mengecam Airbus, Boeing, dan pemasok mesin mereka terkait unit pesawat yang berkinerja buruk, dengan mengatakan dia tidak lagi menerima unit yang tidak memenuhi spesifikasi.

Dia kembali membahas hal tersebut di Dubai, mendesak Boeing untuk menguji 777X yang sudah mengalami pergantian sayap dan mesin hingga 16 bulan sebelum memulai pengiriman.

“Pada akhir tahun depan kami akan memiliki delapan unit [Boeing 777X]. Sekarang sepertinya tidak ada,” kata Clark. Emirates memiliki pesanan 150 unit jet 777X.

Clark juga menyampaikan pendapatan Emirates telah jauh meningkat dari setahun yang lalu, meskipun runtuhnya Thomas Cook Group Plc. telah membebani divisi penanganan darat (ground handling), Dnata, yang merupakan mitra operator pariwisata asal Inggris tersebut

Dia menambahkan, Emirates telah membatasi kapasitas dan merasionalisasi rute sebagai respons terhadap perlambatan ekonomi, yang menyebabkan stagnansi pada pertumbuhan perusahaan. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Maskapai EmiratesMaskapai PenerbanganPerang Tarif Amerika-Uni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.