• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Facebook Investasi Rp14 Triliun Sokong Industri Pers Global

by Redaksi Asiatoday
February 26, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Perusahaan Global Makin Ramai Hentikan Iklan di Facebook

Media sosial Facebook. Dok

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Facebook menyatakan akan membayar USD1 miliar atau setara Rp 14 triliun selama 3 tahun ke depan untuk menyokong industri pers di dunia. Facebook menyatakan telah menginvestasikan USD600 juta (Rp 8,42 triliun) sejak 2018 dalam berita.

Seperti dilaporkan BBC, Rabu (24/2), raksasa jejaring sosial, Facebook terlibat konfrontasi dengan Australia menyusul adanya undang-undang yang akan membuat platform sosial membayar organisasi berita.

Perusahaan pers ingin Google dan Facebook membayar berita yang muncul di platform mereka. Pemerintah di Eropa dan Australia semakin bersimpati dengan sudut pandang ini.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Kedua perusahaan teknologi tersebut menyedot sebagian besar anggaran periklanan digital Amerika Serikat (AS), yang telah merugikan penerbit.

Pada Selasa (23/2), Facebook menyatakan akan mencabut larangan tautan berita di Australia setelah pemerintah setuju untuk mengubah undang-undang yang diusulkan. UU akan membantu penerbit menegosiasikan pembayaran dengan Facebook dan Google.

Facebook dikritik karena larangannya, yang juga memutus sementara akses ke infor pandemi pemerintah, kesehatan masyarakat, dan layanan darurat di situs jejaring sosial.

Facebook menyatakan bahwa perubahan memungkinkannya untuk memilih penerbit mana yang akan didukungnya dan mengindikasikan bahwa sekarang akan mulai melakukan kesepakatan semacam itu di Australia.

Google telah menandatangani kesepakatan lisensi konten dengan perusahaan media Australia. Google mengklaim perusahaan memiliki kesepakatan dengan lebih dari 50 penerbit di negara itu dan lebih dari 500 penerbit secara global. (ATN)

Tags: Dewan PersFacebookGoogleIndustri Pers
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.