• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Fantastis, Arab Saudi Raup Rp14,5 Triliun per Hari dari Ekspor Minyak

by Redaksi Asiatoday
May 29, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Arab Saudi Kembali Jadi Pemasok Utama Minyak Mentah ke China

Aktivitas pengangkutan minyak di kilang Saudi Aramco. Dok

ASIATODAY.ID, RIYADH – Negeri petrodollar Arab Saudi meraup pendapatan sekitar USD1 miliar atau setara Rp14,5 triliun per hari dari ekspor minyak menyusul kenaikan harga minyak yang tinggi dalam enam tahun terakhir.

Menurut kantor statistik Saudi, ekspor minyak dari Kerajaan mencapai USD30 miliar pada Maret, dengan produksi minyak mentahnya telah meningkat menjadi 10,3 juta barel per hari bulan itu, dengan rata-rata USD112 per barel.

Hampir USD1 miliar dihasilkan keuntungan per hari, menandai peningkatan 123% dari tahun ke tahun. Tahun ini saja, harga telah naik sekitar 50%.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Kenaikan tajam harga terjadi di tengah invasi Rusia ke Ukraina yang diluncurkan tiga bulan lalu dan telah mengguncang pasar di seluruh dunia, termasuk minyak mentah.

Terlepas dari perang dan penolakan ekspor minyak Rusia oleh negara-negara barat, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC+) telah memutuskan, mereka akan tetap berpegang pada kenaikan kecil dalam produksi minyak dan tidak mungkin mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kurangnya pasokan minyak Rusia ke Uni Eropa (UE).

Meskipun situasi tersebut telah menyebabkan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain menekan Arab Saudi untuk memproduksi lebih banyak minyak, produksi sederhana dan kenaikan harga telah sangat menguntungkan Kerajaan, memungkinkannya mencapai surplus anggaran sebesar 57,5 miliar riyal atau setara USD15 miliar antara Januari dan Maret.

Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), Arab Saudi sekarang akan menjadi salah satu ekonomi terbesar dengan pertumbuhan tercepat di dunia tahun ini.

Meski demikian, Menteri Energi Saudi memperingatkan bulan ini bahwa kapasitas energi di semua sektor berkurang di seluruh dunia, di tengah permintaan yang tinggi dan meningkat untuk minyak dan produk olahan. (ATN)

Tags: Arab SaudiIndustri Minyak dan GasSaudi Aramco
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.