• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Filipina Kecam Ulah Kapal-kapal China di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
October 21, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Hadapi China, Filipina Pertahankan Perjanjian Militer dengan AS

Angkatan Laut Filipina. Dok

ASIATODAY.ID, MANILA – Filipina mengecam keras ulah kapal-kapal China yang menantang kapal-kapal Manila yang berpatroli di Laut China Selatan.

Filipina telah mengeluarkan protes diplomatik kepada Beijing.

“Kapal-kapal China itu membunyikan sirene, klakson, dan komunikasi radio yang mengancam kapal-kapal Filipina,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Filipina pada Rabu (20/10/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Eskalasi ketegangan antara Manila dan Beijing makin panas selama bertahun-tahun di jalur perairan strategis yang kedua negara memiliki klaim teritorial.

“Tindakan provokatif ini mengancam perdamaian, ketertiban, dan keamanan Laut China Selatan dan bertentangan dengan kewajiban China di bawah hukum internasional,” tegas Kementerian Luar Negeri Filipina di Twitter.

Kementerian mengatakan pada Rabu bahwa ada lebih dari 200 tantangan seperti itu terjadi saat Filipina melakukan patroli rutin di sekitar wilayah dan zona maritimnya.

Filipina tidak menentukan selama periode waktu apa tantangan itu terjadi.

Kedutaan Besar China di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja.

China mengklaim kedaulatan atas sebagian besar Laut China Selatan, tetapi Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengajukan klaim yang sama untuk beberapa atau semua pulau.

Pada 2016, pengadilan internasional membatalkan klaim ekspansif China di jalur air strategis di mana perdagangan kapal senilai sekitar USD3 triliun lewat setiap tahunnya.

Meski demikian, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengesampingkan keputusan yang menguntungkan Manila itu dan mengejar pemulihan hubungan dengan Beijing menyusul imbalan janji miliaran dolar pinjaman, bantuan dan investasi.

Namun banyak di antara janji China pada Filipina itu belum terwujud.

Sejak Duterte menjabat pada Juni 2016, Filipina telah mengajukan lebih dari 80 protes diplomatik terhadap China. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.