• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Filipina Sita 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Senilai Rp360 Miliar

by Redaksi Asiatoday
April 19, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Filipina Sita 200 Ton Cangkang Kerang Raksasa Senilai Rp360 Miliar

Tridacna gigas, kerang terbesar di dunia yang banyak hidup di perairan Filipina. Di Indonesia, kerang ini disebut Kima. Dok

ASIATODAY.ID, MANILA – Otoritas Filipina menyita sekitar 200 ton cangkang kerang raksasa pada Sabtu (17/4/2021).

Cangkang senilai USD24,8 juta atau setara Rp360 miliar itu dipanen secara ilegal dalam salah satu operasi terbesar yang diketahui dari jenisnya di Filipina.

Penjaga pantai mengatakan empat tersangka ditangkap di Green Island yang terpencil di Laut Sulu. Penyitaan ini merupakan tangkapan cangkang kerang raksasa terbesar yang pernah ada oleh penegak hukum di daerah tersebut.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

“Mengambil kerang raksasa dari habitat aslinya adalah bentuk kejahatan antar generasi,” kata Jovic Fabello, juru bicara Dewan Palawan untuk Pembangunan Berkelanjutan kepada AFP, dikutip Senin (19/4/2021).

Filipina adalah rumah bagi sebagian besar spesies kerang tropis raksasa dunia, dan serangan Jumat terjadi di provinsi barat Palawan, yang dianggap sebagai sarang perburuan.

“Ini akan memengaruhi ekosistem laut secara permanen dan generasi mendatang akan kehilangan manfaat yang diperoleh darinya,” tambahnya.

Fabello mengatakan kerang yang disita termasuk kerang Tridacna gigas, kerang terbesar di dunia.

Para konservasionis telah menyatakan kekhawatirannya atas lonjakan perdagangan gelap hewan langka, yang digunakan sebagai pengganti gading, menyusul tindakan keras global dalam perdagangan gading gajah.

Tumbuh hingga lebar 1,3 meter dan berat hingga 250 kg, ganggang laut inang ini merupakan sumber makanan dasar bagi banyak spesies ikan yang dikonsumsi oleh manusia.

Ahli konservasi mengatakan cangkang kerang raksasa digunakan sebagai bahan alternatif untuk produk mulai dari anting hingga lampu gantung karena gading menjadi langka.

Fabello mengatakan perdagangan ilegal kerang raksasa telah berkembang di Palawan dan beberapa daerah lain di Filipina dalam tiga tahun terakhir.

Membunuh spesies yang terancam punah dapat dihukum hingga 12 tahun penjara dan denda hingga satu juta peso di bawah undang-undang perlindungan satwa liar negara itu.

“Orang-orang ini menggali kerang raksasa dan membunuh mereka,” kata Fabello.

Penjaga pantai memperkirakan nilai tangkapan terakhir mencapai 1,2 miliar peso (US$ 24,8 juta). Nilai taksiran ini mengalahkan rekor penyitaan di Palawan sebelumnya dari 80 ton cangkang kerang raksasa senilai USD3,3 juta atau Rp48 miliar yang disita awal bulan lalu dari Pulau Johnson, juga di dekat tempat penggerebekan hari Jumat. (ATN)

Tags: Konservasi KimaSave OceanSpesies Langka
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.