• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, July 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Filipina Tuduh China Menyusup ke Perairannya

by Redaksi Asiatoday
November 2, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Hadapi China, Filipina Pertahankan Perjanjian Militer dengan AS

Angkatan Laut Filipina. Dok

ASIATODAY.ID, MANILA – Kementerian Luar Negeri Filipina pada Kamis menuduh China menyusup ke perairannya setelah insiden yang melibatkan kapal militer kedua negara di perairan dangkal sengketa di Laut China Selatan awal pekan ini.

Departemen Luar Negeri Filipina (DFA) mengatakan militer China mengklaim kapal militer Filipina memasuki perairan dekat Scarborough secara ilegal dan “tidak memiliki landasan hukum dan hanya menaikkan ketegangan” di perairan yang sedang disengketakan itu.

“Pihak China lah yang menyusup ke perairan Filipina,” kata Kementerian Luar Negeri tersebut dalam pernyataannya.

RelatedPosts

AI to Reshape 80 Million ASEAN Jobs

Iran Keeps Hormuz Strait Closed, Raising Global Energy Security Concerns

Indonesia’s Mega Corruption Scandal Shakes Asia

Filipina dan China sama-sama mengklaim perairan dangkal Scarborough namun kedaulatannya belum pernah ditetapkan dan wilayah tersebut tetap berada di bawah kendali Beijing sejak mereka merebut wilayah tersebut dari Manila pada tahun 2012.

DFA mengatakan perairan dangkal tersebut, yang disebut “Bajo de Masinloc” berada di zona ekonomi ekslusif Filipina dan negara itu memiliki hak kedaulatan dan yurisdiksi.

“Filipina secara konsisten meminta kapal China di Bajo de Masinloc untuk segera meninggalkan area,” kata kementerian luar negeri.

Perairan dangkal itu berlokasi 200 kilometer lepas pantai Filipina, merupakan bagian dari klaim yang disampaikan Manila di pengadilan arbitrase internasional.

Pengadilan pada 2016 memutuskan bahwa klaim Beijing terhadap 90 persen Laut China Selatan tidak memiliki landasan hukum internasional, namun China menolak mengakui keputusan tersebut.

Sumber: Reuters

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • West Java Courts Malaysian Investors to Become ASEAN Investment Hub
  • AI to Reshape 80 Million ASEAN Jobs
  • Indonesia Expands Rail Exports to Australia with New Locomotive Shipment
  • Indonesia’s Kana Cooperative Showcases Village Cooperative Model to Strengthen Grassroots Economy
  • Indonesia’s AI Data Center Ambition Opens New Investment Frontier in Southeast Asia
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.