• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Filipina Tuduh China Sita Paksa Puing Roket di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
November 22, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Hadapi China, Filipina Pertahankan Perjanjian Militer dengan AS

Angkatan Laut Filipina. Dok

ASIATODAY.ID, MANILA – Angkatan Laut Filipina menuduh penjaga pantai China dengan paksa menyita sebuah objek terapung di Laut China Selatan. Objek tersebut baru saja diambil pasukan AL Filipina di perairan yang disengketakan.

Pejabat senior AL Filipina membuat tuduhan tersebut pada malam kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris ke negara itu.

“Kemarin, sebuah kapal penjaga pantai China ‘memblokir’ perahu karet Filipina yang menarik ‘benda terapung tak dikenal’ menuju Pulau Thitu,” kata Wakil Laksamana Alberto Carlos, dilansir dari Malay Mail, Senin (21/11/2022).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Kapal penjaga pantai kemudian memotong tali penarik yang melekat pada perahu karet Filipina,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara militer Filipina, Mayor Cherryl Tindog mengatakan, objek tersebut ‘terlihat mirip’ dengan puing-puing mengambang yang menyerupai fairing roket China yang ditemukan bulan ini dari Pulau Busuanga.

“Objek itu dibawa ke kapal penjaga pantai China ketika pasukan Filipina kembali ke stasiun mereka,” sambung Carlos.

Tidak ada tentara Filipina yang terluka dalam insiden tersebut. Sementara itu, Kedutaan Besar China di Filipina belum berkomentar.

Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan, insiden itu sudah mereka ketahui. Saat ini, kata kementerian, mereka tengah menunggu laporan terperinci dari lembaga penegak hukum maritim.

China mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan. Jalur air itu kaya sumber daya dan dilalui perdagangan kapal bernilai triliunan dolar setiap tahunnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.